CILEGON, SSC – Ratusan Honorer Kategori 2 dari sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Kota dan Kabupaten di Banten melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta.

Ketua Honorer K2 Kota Cilegon, Samsudin mengatakan alasan honorer K2 Cilegon turut dalam unjuk rasa ke Istana ini untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, pegawai honorer menolak rencana KemenPAN RB membuka penerimaan CPNS tahun ini. Disamping itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah pusat bisa merevisi adanya Undang-undang ASN Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

“Aksi damai yang kita (honorer) lakukan ini, sebagai bentuk kekecewaan kami kepada pemerintah pusat yang tidak dimasukan honorer K2 ke dalam kuota dalam penerimaan CPNS. Dengan rencana aksi ini, kita minta agar pemerintah bisa memperhatikan keberadaan honorer K2 yang ada di Kota Cilegon dan Provinsi Banten,” kata Samsudin saat dikonfirmasi, Senin (17/9/2018).

Baca juga  Dibandingkan Idul Adha, Penumpang Pelabuhan Merak Saat Libur Maulid Nabi Turun 26 Persen

Menurut Samsudin, dibukanya penerimaan CPNS ini dinilai memberi dampak buruk untuk honorer K2. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini dengan merevisi undang-undang nomor 5 tahun 2014.

“Intinya kita (honorer,red) menunggu keputusan dari pusat. Selesai enggak tuh di bulan ini atau bulan depan? Dengan revisi undang-undang ASN ini, honorer K2 bisa tercover walaupun penerimaannya secara bertahap,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Honorer K1 dan K2 Provinsi Banten, Martin Al Kosim mendesak, KemenpanRB mencabut Permenpan Nomor 36 tahun 2018. Menurutnya, permen tersebut memicu persoalan karena tidak memberikan keadilan kepada pegawai honorer. Bilamana Kemenpan-RB tidak memenuhi tuntutan, sambungnya, seluruh pegawai Honorer termasuk di Banten akan melakukan aksi mogok kerja secara nasional.

“Kami tadi sudah bersepakat. Kalau tidak ada kejelasan, seluruh ketua korwil honorer se-provinsi di Indonesia, kota dan kabupaten, siap menandatangani mogok nasional. Itu dilakukan di daerah masing – masing, dengan waktu yang sama, jam yang sama,” ujarnya.

Baca juga  Dibandingkan Idul Adha, Penumpang Pelabuhan Merak Saat Libur Maulid Nabi Turun 26 Persen

Sementara, di konfirmasi terpisah,  Kepala BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) Cilegon, Mahmudin mengaku sudah mendapatkan informasi terkait aksi para honorer K2 Cilegon di Istana.

“Iyah tadi pagi ketua honorernya sudah menghadap saya ke kantor. Dia (ketua honorer) minta doa agar persoalan ini cepat selesai. Saya hanya berpesan, hati-hati jangan anarkis sampaikan semua keinginan dengan sopan santun,” kata Mahmudin.

Hingga sampai saat ini, lanjut Mahmudin, dirinya belum menerima kabar lanjutan dari honorer K2 yang berada di Jakarta.

“Ketika saya tanya ke mereka, jawabnya kondisional. Mungkin aja menginap di sana. Mudah-mudahan pak Presiden dan Pak Menpan RB bisa mendengarkan aspirasi para honorer K2 ini,” harapnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini