LEBAK, SSC – Sejumlah insitusi penegak hukum di Banten melakukan kunjungan ke Baduy Luar dan Baduy Dalam di Kampung Kanekes, Desa Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Jumat (26/7/2019). Institusi baik Pengadilan Tinggi (PT) Banten, Pengadilan Negeri Rangkasbitung dan Perwakilan Posbakum PN Rangkasbitung berkunjung untuk mempelajari tatanan hukum adat yang dijalankan Suku Baduy.

Kunjungan diikuti Kepala Pengadilan Tinggi Banten, Haryanto, Kepala PN Rangkasbitung Subchi Eko, Perwakilan Posbakum PN Rangkasbitung, Jim Siregar dan jajaran lainnya. Kegiatan kunjungan ini diadakan di rumah adat Dinas Kepala Desa Ciboleger.

Kepala Pengadilan Tinggi Banten, Haryanto mengatakan, kedatangannya selain untuk mengetahui kehidupan masyarakat juga secara langsung ingin menpelajari penerapan hukum adat di Suku Baduy. Sampai saat ini, kata dia, Suku Baduy masih menjunjung tinggi hukum adat dalam menjaga kaidah berkehidupan. Tradisi dan tatanan ini, harapnya, terus dapat dijaga dan dilestarikan.

“Saya melihat tradisi warga Baduy Luar itu luar biasa. Karena, mereka (Warga Baduy,red) masih tetap mempertahankan kelestarian alam. Mereka juga masih mempertahankan aturan aturan adat dan harus dijaga,” kata Haryanto kepada awak media, Jumat (26/7/2019).

Sementara, Jimi Siregar yang juga Ketua DPC Peradi Rangkasbitung menuturkan, kehidupan warga Baduy di Banten diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 32 tahun 2001 tentang Perlindungan atas Hak Ulayat Masyarakat Baduy. Salah satu yang tersirat mengenai aturan melindungi tentang batasan wilayah adat Suku Baduy.

“Tanah wilayah adat Suku Baduy dilindungi oleh Hukum perda no.32 thn 2001 tentang Perlindungan atas Hak Ulayat Masyarakat Baduy dan sudah diakui. Jadi kalau ada yang merampas tanah wilayah adat Baduy maka dipidanakan,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Kanekes, Saija sangat bersyukur dengan kunjungan tersebut. Kedua pihak bisa saling mempelajari dan memahami tentang hukum baik hukum adat yang dijalankan Suku Baduy dan hukum positif yang dijalankan aparat hukum.

“Memang saya rasakan sudah saya pelajari tidak jauh berbeda dengan hukum adat atau pun Hukum positif,” pungkasnya. (MG-02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here