Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto diwawancarai, Senin (2/11/2019). Foto Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Rencana pembangunan 2 Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMP Negeri di Kelurahan Banten Lama, Kecamatan Kasemen dan Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok akan dilakukan pada 2020. Pembangunan 2 unit sekolah baru ini akan menelan anggaran Rp 4,5 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan, rencana pembangunan sekolah itu telah dilakukan berdasarkan hasil kajian. Pembangunan dilakukan mengingat jarak sekolah yang ada saat ini jauh dengan tempat tinggal siswa.

“Kemarin ada masyarakat yang jaraknya cukup jauh, tapi sudah kita fasilitasi lah, sudah kita selesaikan itu, yang peting bisa sekolah, hanya kedepan harus kita pikirkan bagimana menyediakan sekolah sekolah yang dekat,” ujarnya, Senin (2/12/2019).

Baca juga  Tempat Isolasi di Cilegon Penuh, Pemkot Bakal Tambah Satu Hotel Tampung Pasien Corona

Dia menerangkan, penambahan sekolah baru di Kecamatan Kasemen mempertimbangkan jarak tempat tinggal siswa dengan okasi sekolah yang ada.

“Wilayah Karangantu kan cukup jauh, radius dari SMP 5 dan SMP 16 Kasemen jauh sekali sehingga mau tidak mau kita harus dorong menyiapkan fasilitas buat mereka di kasemen itu satu,” paparnya.

Begitu juga sekolah yang ada di Wilayah Cipocok. Menurut Dewanto jarak antar satu sekolah dengan sekolah yang lain cukup jauh.

“Sekolah yang terdekat ada SMP 24 dibawah dibelakang Polda cukup jauh dari situ ke SMP 7 Cipocok cukup jauh. Makanya kita siapkan supaya masyarakat di sekitar situ bisa sekolah akibat berkembangnya perumahan-perumahan yang baru,” jelasnya.

Baca juga  1,5 Tahun Corona, Belasan Ribu Karyawan di Kabupaten Serang Kena PHK dan Dirumahkan

Saat ini, rencana pembangunan 2 sekolah baru sedang disiapkan. Pihaknya berharap, pembangunan diperkirakan akan terealisasi pada Januari 2020 setelah pekerjaan Detail Enginerieeng Design (DED) selesai dilaksanakan.

“Pembangunan memakan masa pengerjaan minimal 6 bulan atau 180 hari. Diupayakan agar secepatnya terealisasi,” paparnya. (MG-01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini