Walikota Cilegon, Helldy Agustian memberikan kadedeuh kepada atlet yang berlaga di PON Papua. Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon tengah mengupayakan masa depan atlet dan pelatih Kota Cilegon yang berprestasi pada PON XX Papua 2021 dapat terperhatikan.

Walikota Cilegon Helldy Agustian, saat ini pemerintah melalui KONI Kota Cilegon memberikan kadedeuh kepada para atlet dan pelatih yang berjuang di PON PAPUA. Namun kedepan Pemkot akan mengupayakan para atlet dan pelatih yang menyumbang medali dapat bekerja sebagai pegawai THL atau karyawan di perusahaan/industri di Kota Cilegon.

“Ini yang sedang kami (Pemkot Cilegon) tengah rencanakan agar atlet berprestasi dan pelatih ini bisa kami fasilitasi untuk bisa bekerja di industri maupun menjadi THL di Pemkot Cilegon,” kata Helldy, Belum lama ini.

Menurut Helldy, pemberian kadedeuh adalah bentuk penghargaan yang diberikan Pemkot karena atlet telah beprestasi. Ia berharap, pemberian tersebut juga dapat menjadi motivasi kepada atlet yang telah membawa nama Kota Cilegon hingga ke kancah nasional dan internasional.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon Teten Hertiaman menyambut positif keinginan Walikota Cilegon, Helldy Agustian mensejahterakan para atlet dan pelatih. Pihaknya untuk mewujudkan itu akan terlebih dahulu mendata atlet dan pelatih.

“Tadi kan pak wali udah kasih sein untuk atlet dan pelatih yang ikut perhelatan di PON XX di Papua bisa bekerja. Nanti kita akan pelajari dulu dan data atlet mana yang mau jadi THL? Baru kita fasilitas langsung,” ujar Teten.

Diakuinya, sejauh ini pemerintah baru mempekerjakan atlet sebagai pegawai THL mengingat saat ini program pengangkatan ASN sudah dihapus oleh pemerintah pusat.

“Kemungkinan bakal diterapkan di 2022 mendatang mereka (atlet dan pelatih) bisa direkomendasikan  bisa menjadi THL atau pekerja di industri/perusahan. Tapi, kami serahkan lagi ke atlet dan pelatih apakah mau jadi THL,” paparnya.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Sementara itu, Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Cilegon Abdul Salam Salim menjabarkan, bonus yang diberikan berdasarkan pretasi yang diraih atlet dan pelatih saat mengikuti PON Papua.

“Untuk atlet yang berhasil meraih medali perak Rp 25 juta. Medali perunggu beregu Rp 15 juta dan perunggu perorangan Rp 10 juta. Pelatih medali perak Rp 10 juta dan pelatih perunggu Rp 5 juta. Total bonus yang berikan sebesar Rp 120 juta,” pungkasnya. (Ully/Red)