DP3AP2KB Kota Cilegon selenggarakan kegiatan Sosialisasi Bahaya Pornografi Bagi Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Sekolah Cilegon di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Selasa (16/5/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Remaja saat ini tergolong sangat rentan tertapar pornografi. Untuk mencegahnya, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon merangkul pelajar di tingkat SLTP memberikan edukasi bahaya pornografi.

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Agus Zulkarnain mengatakan, pihaknya dalam mencegah bahaya pornografi gencar melakukan edukasi ke sekolah-sekolah. Hal itu dilakukan agar pelajar dibekali pengetahuan akan bahaya konten pornografi.

“Pada hari ini juga kita melakukan penyuluhan ke sekolah. Jadi di samping kita mengundang, kita juga berkunjung ke sekolah sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya kekerasan yang diawali dari konsumsi adik-adik remaja ini terhadap akses atau konten negatif dan pornografi,” ucapnya usai kegiatan Sosialisasi Bahaya Pornografi Bagi Anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Sekolah Cilegon di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Selasa (16/5/2023).

Baca juga  2023, Bank Banten Bukukan Laba Rp 26,59 Miliar

Agus menerangkan, sejauh ini dari 9 kasus pencabulan yang menimpa anak dibawah umur yang tercatat oleh pihaknya pada tahun ini, dilatar belakangi pelaku mengakses konten negatif pornografi dari media sosial (medsos).

“Jadi 9 kasus pencabulan di tahun ini kebanyakan korbanya dialami oleh perempuan. Sedangkan di 2022, ada 46 kasus pencabulan di mana para korbanya laki-laki dan perempuan. Sedangkan, 9 kasus lagi di 2023 ini korbannya mayoritas perempuan. Adapun pelaku dari pelecehan seksual ini diduga dari terpapar pornografi,” kata Agus.

Dengan diselenggarakan sosialisasi tersebut, pihaknya berharap, bahaya pornografi dapat ditangkal sejak dini. Di mana para remaja diajak untuk melakukan kegiatan yang positif.

“Masyarakat terutama para remaja agar bisa melakukan hal-hal yang bersifat positif, karena bahaya pornografi ini bisa mengganggu pertumbuhan otaknya yang harusnya bisa berkembang bisa menyusut karena kecanduan,” pungkasnya. (Ully/Red)