Pemkot Cilegon mengadakan rapat dengan PHRI Cilegin membahas penyediaan tempat isolasi mandiri, Jumat (25/9/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Pemeritah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 3,4 miliar untuk pembiayaan tempat isolasi mandiri menangani pasien Covid-19.

Asda II Kota Cilegon Dikrie Maulawardhana mengatakan, anggaran tersebut bersumber dari Bantuan Tak Terduga (BTT). Alokasinya akan digunakan untuk pembayaran sewa tempat, insentif tenaga medis, asupan makanan pasien dan lainnya.

Dikri yang juga Plt Asda I menyebut, meski sudah menyiapkan anggaran, namun tempat isolasi mandiri masih belum diputuskan. Maka dari itu tepatnya Hari ini, Jumat (25/9/2020), Pemkot tengah membahasnya dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon.

“Jadi pada hari ini, kami rapat dengan PHRI terkait hotel-hotel yang akan dijadikan lokasi untuk menampung pasein OTG Corona. Hotel penampungan OTG sebagai upaya pemerintah meminimalisir penularan di kluster keluarga,” kata Dikrie kepada awak media usai rapat tertutup.

Baca juga  Aksi Remaja Curi Kotak Amal Masjid di Merak Terekam CCTV

Ia menjabarkan, hotel-hotel yang nantinya akan dijadikan tempat isolasi mandiri untuk sementara waktu tidak diperkenankan menerima tamu umum.

“Selama jadi tempat isolasi mandiri hotel-hotel ini tidak diperkenankan untuk menerima tamu apapun,” tambah mantan Kepala Disperindag itu.

Dalam rapat tersebut, pihaknya meminta agar PHRI menyampaikan daftar hotel yang akan direkomendasikan. Selanjutnya laporan tersebut akan disampaikan kepada Walikota Cilegon pada Senin (28/9/2020).

Di tempat yang sama, Ketua PHRI Kota Cilegon Syarif Ridwan mengatakan, sampai saat ini dirinya belum dapat memberikan kepastian hotel-hotel mana saja yang dijadikan lokasi penampungan pasein corona.

“Kami nyerahkan kepada masing-masing manajemen saja karena disitu kan beda hotel bintang, non bintang, dan lain – lain dengan standarnya,” kata dia.

Baca juga  Puslabfor Polri Turun Selidiki Kebakaran Pabrik di Cikande

Ia juga meminta Pemkot Cilegon apabila kerjasama tersebut berlanjut, Pemda Cilegon tidak berlama – lama membayar biaya sewa tersebut. Karena menurutnya, kondisi saat ini sangat berdampak langsung pada sektor perhotelan.

“Sebisa mungkin pembayaran dan lain – lain bisa lebih cepat, tidak tertunda-tunda. Itu keinginan kami,” pungkasnya. (Ully/Red)