Pemudik motor masuk ke dalam kapal saat di Dermaga 1, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (1/6/2019) dini hari. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemudik motor yang menyeberang di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon tercatat mengalami kenaikan yang signifikan pada Angkutan Hari Lebaran (Angleb) 2019. Diperkirakan kenaikan ini dipengaruhi oleh adanya peralihan pemudik pejalan kaki yang menggunakan kendaraan bermotor.

Dari hasil rekapitulasi data harian jumlah penumpang selama 4 hari dari H-7 hingga H-4, pemudik motor tercatat sebanyak 52.291 unit. Jumlah pemudik motor tahun ini dibanding tahun 2018 sebanyak 31.071 unit mengalami peningkatan.

General Manager PT ASDP Cabang Merak, Solikin mengatakan, volume pemudik motor pada tahun ini meningkat bila dibanding tahun sebelumnya. Hal ini diperkirakan karena ada pola mudik pejalan kaki yang beralih menggunakan kendaraan bermotor.

Untuk diketahui, jumlah pemudik pejalan kaki pada 4 hari angleb 2019 tercatat sebanyak 72.835 orang. Meskipun naik dari tahun 2018 atau sebanyak 65.006 orang, jumlah tersebut tidak meningkat singnifikan.

“Kita prediksi seperti itu (peralihan). Ketika pejalan kaki turun, Motor naik,” ujar Solikin di Kantor ASDP Merak, Minggu (2/6/2019).

Menurut dia, peralihan itu diperkirakan karena beberapa faktor. Diantaranya karena kesejahteraan masyarakat membaik dan infrastruktur di Pulau Sumatera sudah lebih memadai.

“Artinya ini dimungkinkan kesejahteraannya naik. Kemudian ada perbaikan jalan raya, itu juga membuat ada rasa nyaman untuk pemudik,” terangnya.

Tidak hanya pemudik motor, jumlah kendaraan roda empat pribadi pada tahun ini juga meningkat. Tahun ini jumlah pemudik kendaraan pribadi sebanyak 61.243 unit sedangkan tahun 2018 sebanyak 48.614 unit.

Kenaikan ini, kata Solikin, juga dipengaruhi beberapa hal. Diantaranya, pemudik roda empat beralih menggunakan moda transportasi laut karena harga tiket pesawat udara mahal. Selain soal itu, pemudik juga ingin mencoba Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang sudah mulai difungksikan.

“Ada beberapa hasil wawancara kami langsung kepada pengguna jasa, itu karena harga tiket pesawat mahal dan frekuensi berkurang. Kemudian jalan raya tol di Pulau Sumatera sejauh 200 kilometer sudah dioperasikan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?