Suasana kerabat keluarga korban di Posco Pencarian Basarnas yang ada di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (8/11/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Hingga hari kelima, pencarian terhadap tiga turis yang hilang di perairan Pulau Sangiang pada Minggu, 02 November 2019 lalu belum berhasil ditemukan. Tim SAR mengevaluasi dan akan memperluas hingga ke Lampung. Luasnya mencapai 1.800 nautical mile (NM).

Untuk diketahui, awalnya pada informasi yang beredar, ketiga turis yang hilang berkenegaraan Republik Rakyat Tiongkok. Perkembangan terakhir diketahui, dua warga asing yakni Qin Xue Tao dan Tian Yu berkewarganegaraan Tiongkok. Sementara, Wan Bzng Yang berkewarganegaraan Singapura.

Terklarifikasi korban Qin Xue Tao merupakan karyawan PT Wuling Motor Indonesia yang menjabat sebagai Project Office (PO) Manajer.

“Pencarian sudah memasuki hari ke enam, jadi kita sudah mengcover areal seluas 1.400NM, hari ini bertambah 1.800NM. Melibatkan Basarnas Lampung juga, melibatkan alut (peralatan utama) nya,” kata Kepala Basarnas Banten, Muhammad Zaenal Arifin, ditemui di posko SAR Gabungan yang berlokasi di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Jumat (08/11/2019).

Zaenal menerangkan, pada hari sebelumnya diakuinya bila Tim SAR banyak menemukan kendala dalam pencarian. Tim SAR gabungan dari TNI AL, hingga Polairud Polda Banten masih sulit mencari tanda-tandan keberadaan korban yang diduga hilang tenggelam di dasar laut. Dimungkinkan juga kesulitan itu, kata Zaenal karena ketiga korban masih menggunakan peralatan selam lengkap, yakni tabung oksigen dan ikat pinggang pemberat. Sehingga kemungkinan kecil mereka muncul dipermukaan.

“Korban masih menggunakan alat selam lengkap yang ada pemberatnya, sehingga posisinya mungkin muncul relatif agak susah, tenggelam pasti, bisa saja berada di dasar perairan dan tersapu arus,” terangnya.

Selain kendala pada operasi pencarian, kata Zaenal, cuaca sepeti yang kerap berubah-ubah juga menjadi kendala. Cuaca pada pagi hari tergolong normal namun berubah di saat siang hari baik arus kuat dan angin kencang.

“Kondisi cuaca relatif berubah-ubah terus, kadang baik dak buruk. Kemudian memang areal pencarian semakin luas, sehingga fokusnya terpecahkan,” bebernya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here