SERANG, SSC – Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur lainnya yang terlibat langsung dalam penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat benar-benar menjalankan tugasnya sesuai kebijakan yang dibuat. Penyataan ini disampaikan setelah mengecek langsung di sejumlah titik pemeriksaan atau check point masih ditemukan tidak ada petugas yang memeriksa pengguna jalan.
Dari inspeksi yang dilakukan di tiga titik pemeriksaan baik di Serang Timur, Kalodran dan Curug, Kamis (10/9/2020) siang, Subadri mengakui masih menemukan tidak adanya petugas yang berjaga dan memeriksa kesehatan pengguna jalan. Padahal pengecekan baik wajib masker hingga pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun harus dilakukan dalam penerapan PSBB yang akan digelar selama 14 hari kedepan.
“Secara kebetulan saya cek, (check point gerbang tol) Serang Timur belum ada (petugas), Kalodran juga belum ada. Makanya tadi saya tanyakan dishub, karena koordinatornya dishub. Entah kenapa personel dishub mungkin lagi istirahat. Tapi ketika tim kita kesitu, belum ada (petugas),” ungkapnya saat di titik pemeriksaan di Kecamatan Curug.
Subadri menyatakan, penerapan PSBB oleh OPD seperti pemeriksaan pengguna jalan di titik pemeriksaan yang telah ditentukan jangan dijalankan sekedar laporan saja. Tetapi dapat benar-benar diimplementasikan sesuai instruksi yang disampaikan.
Sebelumnya diketahui tepat di perbatasan Kalodran, Kasatpol PP, Kusna Ramdani menjalankan komitmennya dengan push up. Karena laporan tentang penerapan PSBB menurut Subadri tidak sesuai fakta di lapangan.
“Dia (Kasatpol PP) janji. Kalau memang tempat yang nggak siap, Maka dia push up. Atas janji dia lah, dia push up sendiri. Bukan karena perintah saya. Janji dia kalau ada titik yang belum siap, apa janjinya, dia push up,” ujar Subari menjawab awak media saat ditanyakan mengamuk.
Sejauh pengamatan orang nomor dua di Kota Serang ini, pemeriksaan di check point yang merupakan salah satu upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 sudah dijalankan baik seperti di wilayah perbatasan Kecamatan Curug. Pengendara saat diperiksa diarahkan masuk ke Kantor Kecamatan Curug.
Tetapi di titik pemeriksaan lainnya, diakui dia memang ada dampak kemacetan yang ditimbulkan seperti di perbatasan Kalodran, Kecamatan Walantaka. Ia meminta agar kedepan pemeriksaan dapat dimaksimalkan dengan menambah alat ukur suhu tubuh.
“Tadi di Kecamatan Walantaka tadi emang terjadi kemacetan. Saya sih berharap, karena cek point itu dilakukan dari jam 08.00 ke jam 20.00 malam teknisnya bisa mengurangi kecamatan itu sendiri. Mungkin (petugas) yang bawa thermo gun-nya dilebihi, kemudian cara-caranya dimaksimalkan agar tidak terjadi kemacetan,” paparnya.
Ia mengharapkan, penerapan PSBB dapat dijalankan sebaik-baiknya oleh petugas. Hal itu demi menekan penularan Covid-19. Kepada masyarakat juga diharapkan dapat mengikuti anjuran pemerintah mendisiplinkan diri mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan.
“Tentu kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan petugas kami mengingatkan. Pertama, karena mereka pengguna jalan harus pakai helm, pakai masker dan dirumah jaga jarak dan melakukan protokol kesehatan,” paparnya.
“Kepada OPD, saya tekankan agar mematuhi apapun yang sudah diputuskan Pemerintah Provinsi Banten dan kita, Kota Serang,” tutupnya. (Ronald/Red)

