Walikota Cilegon, Helldy Agustian memimpin Rapat Evaluasi Covid-19 bersama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Rabu (3/3/2021). Foto Elfrida Ully/Selataaunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Helldy Agustian tak menampik jika pengendalian Covid-19 hingga saat ini masih belum dilakukan secara optimal. Buktinya, hingga setahun corona, Kota Cilegon masih berada di zona orange sedangkan beberapa wilayah di Banten sudah berubah berstatus kuning. Tak hanya itu, angka kematian di Cilegon pun tinggi.

Hal ini terungkap dalam dalam rapat tertutup membahas evaluasi Covid-19 Kita Cilegon bersama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Rabu (3/3/2021).

Ia menerangkan, belum optimalnya penanganan Covid-19 ini karena masih ada pihak yang berkewenangan dalam pengendalian saling lempar tanggung jawab. Selain itu, masalah lain juga menyangkut anggaran penanganan dinilai belum transparan.

“Salah satu kendalanya itu. Masih banyak yang melempar tanggung jawab antara job dest, struktural untuk Covid-19 masih terlihat masih lempar tanggung jawab,”terangnya.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

Masih kata Helldy, Pemkot untuk menekan penyebaran Covid-19 ke depan akan membentuk tim kecil yang terdiri dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Cilegon, Polres Cilegon dan Kodim 0623 Cilegon. Nantinya tim akan mengimplementasikan penanganan yang tepat mulai tingkat level kelurahan hingga tingkat RT/RW.

“Tim kecil ini tugasnya akan memaparkan kondisi Covid-19 hingga ke level kelurahan hingga RT/RW. Dalam jenjang waktu 100 hari, tim kecil ini bertugas untuk menghijaukan Kota Cilegon dari persoalan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Cilegon, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon juga tak menampik jika kinerja Satgas Covid-19 Kota Cilegon mulai dari tingkat kecamatan hingga RT/RW masih belum optimal.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

“Memang selama ini penanganan Covid-19 hingga tingkat kecamatan hingga RT/RW belum optimal. Masih banyak tugas yang mereka belum ketahui. Tapi, dengan dibentuknya tim kecil ini penanganan Covid-19 bisa lebih optimal,” terangnya.

Masih kata Dandim, dengan terbentuknya tim kecil tersebut, ke depan akan merancang dan memaparkan kondisi yang terjadi di Kota Cilegon.

Senada dengan Dandim, Wakapolres Cilegon, Kompol Mirodin terus mendorong Pemkot Cilegon dan Pemprov Banten untuk mempercepat diterbitkannya Perda (Peraturan Daerah) Covid-19 di Kota Cilegon. Dengan terbitnya perda tersebut, tentunya akan menurunkan dampak penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon.

“Tentu kira dorong terus agar Perda Covid-19 di Cilegon cepat terealisasi,” pungkasnya. (Ully/Red)