CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon berkeyakinan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dapat terbentuk tahun ini untuk mengelola produksi Bahan Bakar Jumput Padat (BBJP) yang dihasilkan pabrik di TPSA Bagendung.
Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, BLUD haruslah terbentuk tahun ini. Agar supaya produksi BBJP yang dihasilkan dapat dikomersialkan dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Cilegon.
“Kalau BLUD harus (terbentuk) tahun ini, agar supaya produksi kita ini langsung diambil (dikomersilkan),” ujar Helldy dikonfirmasi, Belum lama ini.
Diketahui, Pemkot Cilegon bekerja sama dengan PT PLN mengoperasikan pabrik produksi BBJP di TPSA Bagendung. Pabrik tersebut mengolah sampah menjadi BBJP dengan kapasitas 30 ton perhari. Nantinya hasil produksi BBJP akan digunakan menjadi bahan bakar pendamping batu bara atau co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.
Walikota Helldy menjelaskan, Pemkot Cilegon agar hasil produksi BBJP dapat ditransaksikan dan menghasilkan PAD harus membentuk BLUD. Nantinya setelah BLUD terbentuk barulah kemudian didirikan BUMD.
“Harus bisa dikomersilkan segera mungkin. Karena pak Aziz (Eks Kadis LH Cilegon) sudah datang ke kementerian tertentu, harus BLUD dulu baru BUMD. Urutannya begitu,” terang Helldy seraya menjelaskan saat ini pembentukan BLUD tengah dikaji tim penilai Pemkot Cilegon.
Lebih lanjut Helldy menerangkan, saat ini Pemkot dalam mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi BBJP akan kembali mendapat bantuan dari Bank Dunia. Pabrik lanjutan itu akan dibangun Bank Dunia di TPSA Bagendung dan akan memproduksi BBJP dengan kapasitas 200 ton perhari.
“Sementara kita dapat bantuan lagi dari Bank Dunia, untuk pembangunan pabrik berkapasitas 200 ton per hari. Diperkirakan kalau ini jadi, 2024 nanti kedepan, karena kapasitas sampah 200 ton perhari, berti sampah di Kota Cilegon sudah habis. Bisa dikatakan Kota Cilegon menjadi defisit sampah,” tuturnya.
Pada prinsipnya, kata Helldy, dua pembangunan pabrik BBJP tersebut tidak sama sekali menggunakan APBD Kota Cilegon. Pemkot mendapat bantuan dari PT PLN dan juga Bank Dunia.
Papar Helldy, dari pabrik yang telah terbangun dengan bantuan PT PLN dan rencana pembangunan pabrik lanjutan dari bantuan Bank Dunia telah memberi nilai tambah untuk Kota Cilegon. Karena sekitar 57 pemerintah kota/kabupaten yang ada di Indonesia telah datang ke Kota Cilegon untuk belajar mengenai pengolahan sampah menjadi BBJP.
“Artinya projects sampah tidak menggunakan APBD. Kita dapat bantuan dari PLN, kemudian kita juga dapat bantuan dari Bank Dunia,” terangnya.
“Kemudian dengan bantuan inovasi ini, orang datang ke Cilegon. Kita bangga karena kemarin sudah 33 (pemerintah kabupaten/kota) yang datang. Tambah lagi yang Apeksi 24 (anggota) kemarin, artinya sudah 57 (pemerintah daerah yang belajar pengolahan BBJP). Nanti akan datang lagi dari Bitung, Sulawesi Utara,” beber Helldy. (Ronald/Red)

