Penumpang kendaraan menunggu bongkar muat kapal di Dermaga I, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Manifes penumpang mutlak harus di penuhi di setiap penyeberangan. Kali ini menjelang mudik, PT ASDP Indonesia Ferry akan melakukan uji coba sistem manifes baru di Pelabuhan Merak.

General Manager PT ASDP Cabang Merak, Solikin mengatakan, pemenuhan manifes penumpang mutlak dipenuhi seluruh operator kapal di Pelabuhan Merak. Pemenuhan ini merupakan syarat untuk menjamin keselamatan penumpang dan Persetujuan Berlayar suatu kapal. Untuk mengimplementasikannya, kata dia, ASDP akan melakukan uji coba manifes penumpang kendaraan dengan sistem berbasis digitalisasi.

Terkait bagaimana cara penerapannya, lanjut Solikin, data penumpang akan direkam oleh sistem ketika penumpang masuk ke pelabuhan.

“Dengan sistem baru ini, kita bisa me-record nama sesuai manifes berdasarkan IMO (International Maritim Organization). Bahwa setiap kapal sebelum diberikan Surat Persetujuan Berlayar harus memiliki manifes,” ujar Solikin di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Kamis (16/05/2019).

Akurasi sistem baru ini diklaim ASDP lebih baik ketimbang sistem lama dengan cara manual. Kali ini, data penumpang berupa nama, alamat dan jumlah penumpang di dalam kendaraan akan langsung terekam oleh sistem dan terintegrasi. Bila dibanding dengan sistem lama, data yang tercatat hanya merekam jumlah penumpang di dalam kendaraan saja.

“Artinya, kualitas kecepatannya pun lebih cepat yang sekarang. Nah, akurasinya, kita sudah menggunakan e-KTP, namanya dimana, alamatnya dimana. Kalau dulu manifesnya kurang akurat karena manual tapi sekarang itu link. Ketika mengetap KTP-nya, namanya sudah terecord dan ini sudah masuk dalam daftar manifes. Untuk akurasinya, nanti diproses akhir ketika penumpang mau masuk kapal,” paparnya.

Khusus untuk penumpang yang belum memiliki e-KTP dapat menggunakan identitas sah lainnya. Bila tidak memeiliki identitas maka data penumpang akan direkam secara manual. Sedangkan bagi anak-anak yang belum memiliki kartu identitas akan dimasukan sesuai nama dari orang tua.

Mantan GM Ketapang ini menyatakan, sistem baru yang menggandeng PT Telkom ini dipastikan tidak membutuhkan waktu pelayanan yang lama. Antrean panjang penumpang juga diprediksi tidak akan terjadi ketika sistem ini telah diterapkan.

“Satu proses pembelian tiket, itu 8 sampai 12 detik. (Bila sistem) Itu (masalah) sangat tergantung pada kompetensi mereka yang menangani. Artinya petugas disitu, kalau lelet atau lambat. Tapi kalau sistemnya sendiri cepat, karena sudah menggunakan fiber optic,” tandasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?