SERANG, SSC – Tragedi KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara beberapa waktu lalu menjadi sejarah kelam dunia pelayaran. Berkaca dari peristiwa itu, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Karangantu bersama PT Samudera Marine Indonesia (PT SMI) tergugah menyalurkan bantuan alat keselamatan kepada para nelayan di Banten untuk dijaminkan keselamatannya.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III karangantu, Amarullah Djamil mengatakan, penyaluran bantuan alat keselamatan berupa life jacket dan life ring bouy yang diinisiasi pihaknya dengan PT SMI ini merupakan wujud kecintaan kepada nelayan di Banten. Bantuan yang diberikan, Kata Amarullah, semata-mata bentuk kepedulian untuk mengedepankan unsur keselamatan kapal – kapal rakyat di Banten yang dinilai tergolong minim fasilitas.
“Selama ini kita tahu peristiwa yang terjadi di Danau Toba. Belajar dari itu, tergeraklah hati kami untuk peduli terhadap nelayan di Banten. Memang nelayan di wilayah otoritas kami masih berkurangan Life Jacket dan Life Bouy. Oleh karena itu, kita inisiasikan ini dan mengajukan bantuan ke SMI. Alhamdulillah SMI bersedia untuk membantu kami. Bantuan ini sebenarnya untuk lebih memperhatikan keselamatan kapal dalam berlayar, ” ujar Amarullah usai pemyerahan bantuan di lokasi galangan kapal PT SMI, Kawasan Bojonegara Industrial Park, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Jumat (29/6/2018).
Bantuan itu, kata pria yang kerap disapa Amir ini, nantinya akan disalurkan ke nelayan Cituis, Kabupaten Tangerang dan Kepulauan Seribu. Diharapkan, alat keselamatan itu dapat berguna dan digunakan dengan sebaik-baiknya bagi para nelayan.
“Keselamatan berlayar suatu kapal bagi penumpang sangatlah penting untuk dijaminkan. Tidak terkecuali kapal-kapal nelayan yang kesehariannya mengangkut penumpang dari satu pulau ke pulau lain,” tuturnya.
Sementara itu, Mekanical Adisor PT SMI, Setinder Singh mengatakan, bantuan alat keselamatan berupa 50 buah life jacket dan 25 life ring bouy yang disumbangkan itu diharapkan dapat membantu nelayan yang membutuhkan. Sekalipun alat keselamatan itu tergolong bekas dari fasilitas kapal yang dipotong SMI namun kondisinya masih layak untuk digunakan.
“Semua kondisinya masih sangat bagus dan layak dipakai. Memang itu bekas dari kapal yang sudah di potong, tapi masih sangat layak untuk difungsikan nelayan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

