CILEGON, SSC – Misrullah alias Baron dan Muhammad Syarif Fuad terduga pelaku pengerusakan lapak jasa penukaran uang receh milik Durwanto (47), warga Griya Serdang Indah, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dijerat  pasal berlapis. Pertama Pasal 406 KHUP tentang pengerusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun delapan bulan.  Terduga juga dikenakan Pasal 355 Ayat 1 tentang pengancaman dengan kekerasan dan terancam 1 tahun penjara.

“Kami menetapkan Baron sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal Pasal 406 KHUP tentang pengerusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun delapan bulan dan Pasal 355 Ayat 1 tentang pengancaman dengan kekerasan dengan ancaman 1 tahun penjara,” kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Kamis (14/6/2018).

Ia menambahkan, meski Baron ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis, namun untuk Muhammad Syarif Fuad yang menjadi perekam video,  tidak dijadikan tersangka.

“Hanya Baron saja yang kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk temanya tidak kami tetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Permana Putra membenarkan jika pihaknya telah menetapkan Baron sebagai tersangka pengerusakan lapak penukaran uang receh milik Durwanto.

“Kita sudah tetapkan beliau sebagai tersangka. Meski ditetapkan sebagai tersangka, Baron (tersangka,red) pengerusakan lapak penukaran uang receh ini tidak kami (Polres Cilegon,red) tahan. Hanya wajib lapor 1 kali seminggu yang harus ia lakukan,” ujar Dadi seraya menutup sambungan telepon selurernya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here