Suasana perdagangan di Pasar Taman Sari, Kota Serang sebelum pandemi Covid-19 merebak. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang sedang merampungkan Peraturan Walikota (Perwal) untuk mengatur transisi menuju tatanan normal baru (transisi new normal) ditengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. Agar pelaksanaannya sesuai dengan penerapan protokol kesehatan mencegah penularan Virus Corona meluas maka di dalam perwal akan mengatur sanksi bagi yang melanggar aturan.

Asisten Daerah 1 Kota Serang, Anthon Gunawan, Minggu (14/6/2020) mengatakan, perwal ini dirancang dengan menyesuaikan zona Kota Serang yang saat ini ditetapkan berzona orange.

Menurut dia, new normal pada prinsipnya diterapkan untuk daerah berzona hijau. Akan tetapi agar Kota Serang bisa ke zona hijau dari zona orange perlu upaya pencegahan Covid-19. Dengan perwal menuju transisi new normal inilah protokol kesehatan ditetapkan agar Kota Serang bisa berubah zona lebih baik.

Ia menerangkan, adapun protokol kesehatan yang tertuang dalam perwal akan mengatur upaya pencegahan penularan Corona. Seperti kapasitas di ruang publik baik di mal, pasar, tempat wisata akan dibatasi.

“Sekarang kita akan mencoba menerapkan kapasitas di tempat-tempat tertentu, mall dan segala macam. Itu (kapasitas) 30 persen. Cafe kapasitasnya 30 persen, untuk saat ini 10 persen. Yang lainnya mungkin take away,” tuturnya.

Selain mal, fasilitas umum lainnya juga dibatasi kapasitasnya. Seperti gedung saat rapat, gedung resepsi atau tempat-tempat lain dilakukan pembatasan agar potensi melibatkan banyak berkerumum orang dicegah.

Pembatasan lain, lanjutnya juga menyangkut jam operasional yang akan diterapkan. Pengaturan pembatasan jam operasional akan diatur secara teknis oleh masing-masing OPD.

Ia menegaskan, pemkot agar perwal dapat diimplementasikan dengan tepat sesuai protokol kesehatan akan menyiapkan 9 sanksi administrasi.

“Dalam perwal ini ada dua hal yang diatur. Pertama, pedoman protokol kesehatan, itu ada yang wajib dijalankan pengunjung maupun pengelola. Kemudian ada juga 9 sanksi administrasi,” paparnya.

“Perwal ini sebagai dasar hukum, dimana TNI, Kepolisian, Satpol PP. Jadi perwal ini sebagai dasar bagi tim jika terjadi pelanggaran kesehatan. Misalnya, pengunjung tidak boleh masuk ke mal, kalau tidak pakai masker. Boleh masuk kalau kembali menggunakan masker, atau disitu masker disediakan pengelola, dia boleh masuk,” sambungnya.

Terkait jika zona di Kota Serang berubah, kata dia, penerapan perwal akan disesuaikan.
Artinya penerapan perwal akan direvisi atau diubah bila zona Kota Serang juga berubah.
Jika zona berubah dari orange ke kuning maka kapasitas akan dilonggarkan. Demikian juga sebaliknya.

“Kita kan orange. Kalau minggu depan kuning, kita akan merubah perwal. Merevisi lah. Seperti, kapasitasnya akan kita longgarkan lagi. Tadinya orange misalnya kapasitas maksimal 30 persen. Kalau zona berubah kuning, maka naik 40 atau 50 persen,” paparnya. (Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini