CILEGON, SSC – Petugas gabungan baik Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon bersama aparat kepolisian dan TNI menyita 8 drum miras berjenis tuak dalam operasi yustisi yang dilaksanakan di Cilegon, Selasa (18/6/2019). Dalam operasi, petugas juga mengamankan 7 pasangan mesum dari berbagai kontrakan serta 74 orang warga yang tidak memiliki KTP.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, petugas gabungan menyisir satu persatu rumah pemilik kontrakan yang berada di Jombang Wetan, Kecamatan Jombang. Dari hasil penyisiran, petugas berhasil menemukan miras jenis tuak. Pemilik miras tampak tidak melakukan perlawanan ketika petugas langsung menyita barang bukti miras tersebut.

Kasie Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon Chairul Hasan mengatakan, penyitaan miras itu dilakukan untuk mencegah peredaran di Cilegon yang disinyalir diperjualbelikan ke pelajar, pemuda dan warga sekitar. Selain miras, pihaknya juga mendapati sejumlah pasangan bukan suami istri tidak sah dalam satu kontrakan. Mereka beserta warga yang tidak memiliki identitas langsung didata.

“Miras langsung kita (Satpol PP,red) amankan untuk dijadikan barang bukti. Sedangkan 7 pasangan mesum dan puluhan warga yang tidak ber-KTP Cilegon kita bawa ke Kecamatan Jombang untuk didata,” kata Chairul kepada awak wartawan usai operasi.

Menurutnya, larangan penjualan miras sudah diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2001 tentang miras, perjudian dan narkoba. Untuk itu, ia menghimbau agar pemilik toko jamu maupun Tempat Hiburan Malam (THM) dapat mematuhi perda yang telah diatur tersebut.

“Sudah diatur didalam perda, minuman keras tidak boleh diperjualbelikan secara sembarangan. Jadi jangan main-main terhadap penjualan miras di Kota Cilegon. Untuk penjualnya, kita hanya berikan sanksi. Sementara untuk miras akan dimusnakan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik Miras, Deni Tamba mengaku sudah berjualan tuak sejak 6 tahun lalu. Tuak-tuak ini nantinya akan dijual ke pelajar, anak-anak muda serta ke masyarakat sekitar dengan harga Rp7.000 per botol.

“Sudah hampir 6 tahun berjualan ini. Saya dapat tuak ini dari Mancak, Kabupaten Serang. Yang beli campur-campur. Ada pelajar, anak muda dan warga sekitar kontrakan ini. 1 drum saya kemas ke botol Aqua dengan harga Rp7.000,” ucap Deni. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here