PT Krakatau Tirta Industri (KTI), anak usaha PT Krakatau Steel (KS) dengan PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama di Jakarta membangun proyek pengolahan air laut menjadi produksi air industri, Senin, (17/06/2019). Foto Istimewa

JAKARTA, SSC – PT Krakatau Tirta Industri (KTI), anak usaha PT Krakatau Steel (KS) menggandeng PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) membangun proyek pengolahan air laut menjadi produksi air industri. Pada Senin, (17/06/2019), kedua industri ini meneken nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding) di Gedung KS Jakarta. Penandatanganan atas rencana pembangunan fasilitas air laut menjadi produksi air industri ini dilakukan oleh Direktur Utama PT KTI, Agus Nizar Vidiansyah dengan Human Resources  & Corporate Affar Director CAP Suryandi serta Monomer Feedstock Director CAP Ruly Aryawan sebagai perwakilan dari Presiden Direktur CAP Erwin Ciputra yang disaksikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim bersama jajaran direksi dan manajemen.

Dalam Mou tersebut, Silmy Karim mengatakan, pelaksanaan proyek ini sejalan dengan rencana Pemerintah RI dimana saat ini gencar melaksanakan pembangunan di bidang infrastruktur dan membuka akses pengembangan industri di seluruh wilayah Indonesia.

“Proyek pemanfaatan air laut ini diharapkan menjadi langkah yang efektif untuk memenuhi kebutuhan air bagi kebutuhan industri di Provinsi Banten khususnya bagi CAP. Ini adalah strategi baru Perseroan untuk mendorong perkembangan bisnis anak usaha yang berpotensi,” ujarnya.

Sementara, Agus Nizar Vidiansyah menyatakan, proyek kerjasama antara KTI dan CAP ini akan menjadi salah satu sarana pengolahan air laut terbesar di Indonesia. Kapasitas produksi, kata dia, mencapai 800 – 1000 liter per second (lps) dengan valuasi nilai proyek mencapai hampir Rp1,5 triliun. Adapun proyek ini direncanakan dapat mulai beroperasi di Tahun 2022.

Lebih lanjut dituturkannya bahwa proyek ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala apa pun.

“Kami pun menghimbau kepada jajaran manajemen agar dapat melaksanakan proyek ini dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, itikad baik, dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance),” tuturnya.

Untuk diketahui, KTI adalah anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang bisnis intinya adalah pengolahan air. Kapasitas terpasang saat ini adalah 2500 lps (liter per second) dan menyuplai air industri kepada seluruh industri yang berada di kawasan industri Krakatau Steel, dan perusahaan lainnya serta kebutuhan air di masyarakat sekitar kawasan.

Proyek selain di wilayah Banten, KTI juga telah berekspansi ke wilayah Gresik, Jawa Timur, dengan memperoleh tender pembangunan dan pengoperasian Sistem Pengolahan Air Minum yang diadakan oleh PDAM Giri Tirta Gresik pada tahun 2018. Proyek ini akan memiliki kapasitas 1000 liter per second dengan nilai investasi Rp618 miliar. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?