Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Desmond Mahesa menyapa awak media saat di Graha Mahesa, Kantor DPD Gerindra Banten, Selasa (14/7/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Desmond J Mahesa mengaku masih tetap konsisten mengusung perubahan menghadapi perhelatan Pilkada Kabupaten Pandeglang. Sikap itu sama seperti yang ditunjukan partai di Pilkada Kabupaten Serang mengusung Bacalon Bupati Serang, Nasrul Ulum dan Bacalon Wakil Bupati Serang dari Partai Demokrat, Eki Baihaki.

“Kami itu kalau bisa (Pilkada Pandeglang) perubahan. Kami konsisten, kayak di Kabupaten Serang,” ujarnya saat ditemui di Graha Mahesa, Kantor DPD Partai Gerindra Banten, Selasa, (14/7/2020).

Desmond tegas menyatakan sikap Gerindra konsisten baik di Pilkada Pandeglang dan Kabupaten Serang. Gerindra tidak seperti sikap banyak parpol di Pilkada Kabupaten Serang. Yang awalnya berkoar mengusung perubahan namun malah akhirnya berpindah haluan ke petahana.

“Dulu partai-partai ngomong perubahan, sekarang sudah masuk kesana semua. Kami, (Pilkada Pandeglang dan Kabupaten Serang) bertahan saja,” ungkapnya.

Sejauh ini kaitan Bakal Calon Bupati Pandeglang, kata Desmon, partai sudah mulai menggodok sejumlah nama yang akan diusung di Pilkada Pandeglang. Sosok ini diantaranya Bacalon Bupati, Thoni Fatoni Mukson yang didorong PKB-PPP dan Bacalon Jalur Perseorangan, Mulyadi.

“Sampai hari ini di Pandeglang ada dua bacalon yang berusaha meyakinkan. Dan kita masih teliti apakah kami akan dukung atau tidak,” paparnya.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Thoni Mukson dan Mulyadi,” ucapnya kembali.

Terkait lobi-lobi kedua bacalon dengan Gerindra, kata Desmond, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada Sekretaris DPD Gerindra Banten, Andra Soni. Ia sebagai Ketua DPD berkapasitas memberi pertimbangan ke DPP setelah mendapat masukan dan pilihan kandidat-kandidat bacalon dari hasil lobi yang dijalin DPC dan DPW.

“Itu wilayahnya pak Andra. Lobi-lobi sama pak Andra. Saya berdasarkan masukan, pilihan-pilihan, saya akan memberi pertimbangan dan menyampaikan ke DPP. Daerah saya kasih ke DPC, DPD-nya pak Andra,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Gerindra Banten, Andra Soni mengatakan, alasan Gerindra mengusung bacalon dari poros perubahan lahir dari aspirasi dan masukan para alim ulama dan pendukung Ketua Umum Partai Gerindra. Aspirasi itu menjadi pertimbangan kuat Gerindra bersaing dengan petahana.

“Harapan besar dari para alim ulama dan para pendukung Pak Prabowo di Pandeglang ini cukup besar. Nah yang tercerminkan dari para pendukung tersebut yaitu semangat untuk bersaing Incumbent,” tuturnya.

Pihaknya menyadari, saat ini kader internal memang belum ada yang mumpuni maju menjadi bacalon. Oleh karena itu, Gerindra membuka diri untuk mendorong bacalon dari partai lain.

“Kita menyadari, kita coba dari internal, coba menggali ternyata dari internal kita semangat sama tapi kesiapan untuk bertarungnya nggak ada. Sehingga kita terbuka dengan calon mana saja,” paparnya.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

Andra menyebut, hingga saat ini sudah ada dua bacalon bupati yang intens melobi Gerindra baik itu Thoni Mukson dan Mulyadi. Terhadap Thoni Mukson yang telah didorong PKB-PPP jika bergabung dengan Gerindra maka secara syarat perhitungan minimal kursi di KPU sudah bisa dimajukan bacalon bupati Pandeglang.

“Kedua bacalon yakni Pak Toni dan Mulyadi saat ini intens komunikasi dengan kita, nah kebetulan juga Pak Toni bawa partai yaitu PKB dan telah deklarasi kemarin bersama dengan PPP,” terangnya.

Sementata terkait Bacalon Mulyadi yang maju jalur perseorangan juga sudah melobi Gerindra. Meski demikian, partai masih akan mengkaji posisi Mulyadi. Kaitan peraturan KPU tentang bacalon perseorangan yang Memenuhi Syarat (MS) tidak diperbolehkan mendaftar lewat jalur parpol.

“Pak Mulyadi kan calon independen, yang mencoba membangun komunikasi dengan kita. Untuk (Bacalon Perseorangan MS Tidak Diperbolehkan Jalur Politik) itu, nanti kita kaji itu. Artinya mungkin kalau secara personalnya kita tidak bisa dukung terkait aturan, dia kan punya relawan. Dia punya pendukung, itu musti kita bangun komunikasinya,” pungkasnya. (Ronald/Red)