CILEGON, SSC – Empat Shelter Bus Trans Mandiri Cilegon yang ada di Kota Cilegon, kondisinya memprihatinkan. Shelter yang dibangun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dengan anggaran Rp1,57 miliar dari APBD Cilegon 2018 tampak mulai tidak terawat.
Pantauan Selatsunda.com, sejumlah fasilitas shelter yang ada di Terminal Seruni mengalami kerusakan. Plafon tempat tunggu penumpang tampak jebol. Selain itu, pintu otomatis kanan dan kiri shelter tampak tidak dapat tertutup rapat. Selain itu, lantai juga terlihat berdebu.
Salah satu pedagang di Terminal Seruni, Udin menyayangkan kondisi shelter yang terkesan kurang dipedulikan dinas yang mengelola.
“Bagaimana mau banyak penumpang naik, kondisi shalternya aja kayak begitu. Udah kondisi plafonnya jebol. Terus berdebu lagi tempatnya,” kata Udin kepada Selatsunda.com di temui di lokasi, Jumat (7/2/2020).
Ia menyatakan, meski pemerintah telah menyediakan jasa transportasi ini, namun tak berdampak positif terhadap banyaknya penumpang yang menggunakan sarana bus trans mandiri tersebut. Kendati itu pada hari dan jam kerja.
“Yah bisa dihitung lah mba berapa yang menggunakan sarana bus trans mandiri ini. Sehari mungkin ada 2-4 orang doang. Mungkin kurangnya sosialiasi atau bisa jadi warga Cilegon enggak tahu ada sarana bus trans mandiri,” tambahnya.
Tak jauh berbeda disampaikan Udin, pedagang lainya yang berjualan dekat shelter di Jalan Aat Rusli (Jalan Lingkar Selatan), Suparman juga mengatakan hal yang sama.
Pengguna sarana bus trans mandiri milik Pemkot Cilegon itu sepi setiap harinya. Padahal, anggaran untuk pengadaan sarana tersebut tidaklah kecil.
“Sayang sih mba kondisinya begini. Mana berantakan, ditambah pintunya enggak bisa tertutup. Apalagi, paling hanya 1-2 orang saja yang naik dari koridor JLS (Jalan Lingkar Selatan). Yah kalau bisa sih Pak Walikota (Edi Ariadi) dan Bu Wakil Walikotanya tuh, datanglah secara langsung lihat kondisinya di sini (shalter JLS,red),” ujarnya.
Sementarq, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Uteng Dedi enggan menemui awak media saat dikonfirmasi di kantornya. Coba dihubungi melalui telepon genggamnya masih belum dijawab. (Ully/Red)

