CILEGON, SSC – Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi telah menunjuk Kepala Bappeda, Ratu Ati Marliati untuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Daerah menggantikan sementara Sari Suryati yang sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Ati diketahui baru saja mengemban tugas sebagai Plh selama dua hari.

Sunter beredar, perkawinan tugas antara Edi dan Ati yang sesaat ini adalah buah keputusan yang tepat dan sebagai bentuk harmonisasi birokrasi yang banyak diperbincangkan banyak pihak dimana selama ini keduanya terendus kerap berseberangan.

“Dengan ditunjuk ibu Ati sebagai Plh, ini menunjukan sebuah harmonisasi dengan Plt. Idealnya kan Asda 1, 2 dan, 3, karena mereka dibawah sekda yang biasa menerjemahkan kebijakan walikota. Ya kita berharap dengan adanya putusan itu akan bermuara pada realisasi terhadap kebijakan-kebijakan di pemerintahan. Ini adalah bukti sinergitas, pimpinan berani ambil keputusan, ” ungkap salah satu pejabat eselon II yang enggan menyebutkan identitasnya, Jumat (3/8/2018).

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Cilegon Baihaki Sulaiman menanggapi secara positif keputusan Plt menunjuk Ati sebagai Plh. Menurut Politisi PPP ini, Keputusan Plt murni dengan pertimbangan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Ati tanpa mengaitkan itu dengan pendapat berbagai pihak tentang kondisi birokrasi di Cilegon.

“Tanya mereka (Plt dan Plh). Urusan misalnya ada politis atau tidak, kepentingannya diabaikan dulu. Ini kan hanya sementara, (Sari Suryati) hanya 40 hari pergi haji. Saya kira karena kompetensinya dimiliki dan mungkin pak Plt memandang yang lain tidak memenuhi kriteria yang ada padanya, apa salahnya,” ungkap Baihaki.

Sementara itu, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku keputusan penunjukan Plh dengan berbagai aspek pertimbangan termasuk kompetensi pejabat yang mengganti sementara Sari Suryati. Menurut Edi, Ati memiliki kemampuan dan pengalaman berbeda ketimbang pejabat lain untuk mengisi kekosongan sekda. Sekalipun diakuinya 3 pejabat lain baik Asda I, II dan III juga dapat mengisi jabatan itu.

“Semua yang saya undang setuju (memilih Ratu Ati Marliati). Jadi saya menunjuk Bu Ati karena satu pengalaman, kemarin sudah enam bulan (pernah menjabat Plh Sekda), jadi supaya ngga adaptasilah, terutama nanti menghadapi rapat anggaran di KUA-PPAS,” ujarnya.

Disinggung tugas Plh akan terganggu sehubungan sejumlah jabatan yang diemban, Plh tidak meragukan kemampuan dari Ati. Diketahui selain menjabat Plh, Ati juga menjadi Kepala Bappeda. Ati juga diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Pelabuhan Cilegon Mandiri. Termasuk kakak dari Walikota Non Aktif, Tb Iman Ariyadi ini juga menjabat di beberapa keorganisasian di luar pemerintahan.

“Kayak jadi komisaris itu juga kan ngga full day, kadang juga sempat saya ambil alih kok kerjanya. Ngga masalah. Jadi saya lihat ngga ada (pejabat birokrasi) yang ngeluh, yang complain. Kecuali di belakang ya, tapi saya kira kalau di depan ngga complain di belakang complain, jadinya ngga gentleman juga. Keputusan ini juga bukan politis kok buat saya,” katanya.

Sementara, Plh Sekda Cilegon, Ratu Ati Marliati mengaku penunjukkan terhadap dirinya sebagai Plh ditunjuk langsung oleh Plt. Penunjukan mengganti Sari secara sementara itu, kata Ati, akan dijalankan sebagaimana yang diamanahkan pimpinan.

“Plh itu juga kewenangannya terbatas, tidak bisa melakukan keputusan yang strategis. Berarti kita hanya melaksanakan tugas-tugas yang memang pada saat ini harus dijalankan. Jadi hanya melakukan kegiatan yang sifatnya rutinitas saja. Tapi kalau memang ada (pejabat eselon II lain) yang lebih baik (menduduki jabatan Plh) buat ibu ngga masalah juga,” ungkapnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here