Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir bersama unsur Pimpinan Forkopimda Banten memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja di Halaman Mapolda Banten, Jumat (27/9/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Polda Banten melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Halaman Mapolda Banten, Jumat (27/9/2019). Barang bukti Sabu dan Ganja yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan Ditresnarkoba di dua tempat baik di Terminal Pakupatan, Kota Serang dan di Kampung Padurung Wetan, Desa Suka Menak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

“Barang bukti yang dimusnahkan sejumlah sabu 500 gram sabu dan 82,867 kilogram ganja. Kita saksikan bersama-sama tadi sudah dihancurkan, dimusnahkan untuk yang sabu. Kemudian untuk yang ganja, kendaraan BPOM, kendaraan pemusnahnya ada pebaikan, kita lakukan manual dengan membakar di tong tadi,” ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir kepada awak media.

Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir memusnahkan sabu dengan menghancurkannya di dalam mesin blender.

Selain pemusnahan ada sebanyak 4 tersangka turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Kapolda menerangkan, narkoba tersebut didistribusikan oleh tersangka lewat jalur darat. Alur pengirimannya berasal dari Jakarta dan didistribusikan ke Banten. Hingga kini, kata Kapolda, kasus tersebut masih terus dikembangkan termasuk membongkar jaringan dan sindikat yang terlibat.

“Kita coba untuk kembangkan terus. Kita coba untuk mengidentifikasi semua jaringan-jaringannya,” ungkapnya.

Empat tersangka kasus narkoba sabu dan ganja dihadirkan dalam kegiatan pemusnahan

Ia menuturkan, pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu bukti keseriusan Polda Banten memberantas narkoba di Banten. Artinya dengan melihat jumlah barang bukti narkoba sabu yang dimusnahkan, sekitar 2 ribu orang bisa diselamatkan.

“Dengan 500 gram ini, rata-rata kalau satu gram itu mereka bisa pakai seperempat, 0,25 gram berartikan bisa 2 ribu kali pemakaian. Atau 2 ribu orang itu kalau memakai, paling tidak bisa kita cegah,” paparnya.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, sub pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam penjara paling singkat 6 tahun, dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati. (Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini