Bacalon Bupati Pandeglang, Thoni Fathoni Mukson dan 2 bacalon lain yakni dari Perindo, Aap Aptadi dan Anggota DPRD Kota Serang dari NasDem, Pujiyanto berorasi politik saat PPP dan PKB melakukan deklarasi koalosi, Minggu (5/7/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Tiga perwakilan partai politik (parpol) yakni Partai Gerindra, Partai NasDem dan Partai Perindo hadir dalam deklarasi PPP dan PKB untuk berkoalisi di kontentasi Pilkada Pandeglang. Dalam deklarasi koalisi yang dilaksanakan di Kantor PPP DPW Provinsi Banten, Minggu (5/7/2020), ketiga parpol diajak untuk bergabung dengan PPP dan PKB membangun kekuatan koalisi poros perubahan.

Dalam deklarasi itu, ketiga parpol juga diperkenalkan untuk mengetahui sosok Bacalon Bupati Pandeglang, Thoni Fathoni Mukson yang didorong PPP dan PKB. Selain Thoni hadir 2 bacalon lain yakni bacalon dari Perindo, Aap Aptadi dan Anggota DPRD Kota Serang dari NasDem, Pujiyanto. Satu bacalon lain yakni kader PPP, Imat juga disebutkan maju sebagai bacalon meski tidak hadir.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pandeglang, Sahrudin menanggapi itu mengatakan, kehadirannya dalam deklarasi memberi pandangan dan masukan bagi partainya dan parpol lain yang belum menentukan sikap.

Baca : PKB dan PPP Sepakat Dorong Thoni Mukson Maju Bacalon Bupati Pandeglang

Menurutnya, koalisi antara PPP dan PKB menjadi pencerahan baru dunia perpolitikan di Pandeglang. Begitupun munculnya sejumlah bacalon telah meramaikan bursa calon kepala dan wakil kepala daerah Pandeglang.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Ini kan suatu pencerahan baru oleh Pandeglang, karena tadinya dianggap sepi sepi saja, dengan kehadiran pasangan baru ini mudah-mudahan menjadi dinamika politik yang lebih baik kedepan,” ujarnya.

Meski dua partai telah berkoalisi, namun kata dia Gerindra masih belum menentukan sikap dukungan. Gerindra bisa saja merapat dan bisa juga tidak karena lobi masih berjalan.

Baca juga : Pilkada Pandeglang, PPP dan PKB Deklarasi Koalisi Poros Perubahan

“Kalau komunikasi jalan terus. Kalau kemumgkinan (koalisi) bisa saja. Kita kan masih ada waktu. Sekarang belum bisa kita tentukan, karena masih lobi-lobi,” paparnya.

Sementara, Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Pandeglang, Fajar Setiawan mengatakan, dinamika politik pilkada di Pandeglang saat ini begitu menarik. Ini dapat dilihat koalisi yang dijalin PKB dan PPP.

Ia mengharapkan dengan bentuk koalisi ini, komunikasi dengan parpol lain juga bisa terbangun. Karena NasDem mengharapkan ada kandidat-kandidat bacalon lain bisa dihadirkan meramaikan bursa Pilkada Pandeglang.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

“Harapan kita menginginkan parpol mampu menghadirkan calon-calon kepala daerah ini supaya rakyat mempunya pilihan politik. Diharapkan tidak calon tunggal lah,” ujar Fajar juga Ketua Tim Penjaringan Pilkada Pandeglang.

Hingga saat ini, DPD NasDem Pandeglang belum menentukan sikap. Karena lobi masih intens antar parpil dan hasilnya nanti masih akan isampaikan ke DPW dan DPP.

“Kita akan komunikasikan dengan DPW dan DPP. Semua keputusan ada di DPP bagiamana arahannya, langkah NasDem di Pandeglang. Siapa calonnya, siapa partai koalisinya,” paparnya.

Soal ada nama kader NasDem yakni Pujiyanto yang digadang ikut berkontentasi, kata Fajar, itu adalah hal yang wajar. Majunya Pujiyanto sangat didukung dan diapresiasi NasDem. Namun tetap kata dia, keputusan siapa bacalon yang akan diusung nanti akan ditentukan oleh DPP.

“Sah-sah saja. Kita menapresiasi. Dia punya semangat, dia punya keinginan mengiplementasikan harapan dan cita-citanya.Saya dari tim penjaringan NasDem Pandeglang mengapresiasi itu. Tetapi biar itu mekanismenya dengan DPP,” pungkasnya. (Ronald/Red)