20.1 C
New York
Rabu, Desember 17, 2025
BerandaPemerintahanProyeksi Pendapatan 2019 Cilegon Merosot Rp 18,3 Miliar

Proyeksi Pendapatan 2019 Cilegon Merosot Rp 18,3 Miliar

-

CILEGON, SSC – Pendapatan APBD di 2019 merosot dari target yang telah diproyeksikan pada Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019. Merosotnya target pendapatan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Selatsunda.com, sebelumnya, target PAD pada APBD 2018 Kota Cilegon sebesar Rp 714,423 miliar sementara pada proyeksi PAD APBD 2019 hanya sekitar Rp 696.116 miliar. PAD ini merosot sebesar Rp18,3 miliar atau 2,6 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi mengungkapkan, turunnya target PAD ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan sejumlah pos PAD. Diantaranya, target pajak daerah sebesar 4,7 persen, retribusi daerah sebesar 73,4 persen, dan pengelolaan hasil kekayaan daerah sebesar 74 persen dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar 1,36 persen.

“Pada 2019 ini, untuk target pajak daerah sebesar Rp 527,5 miliar sementara di APBD Perubahan 2018 mencapai Rp 542,6 miliar. Menurunnya target pendapatan ini dipengaruhi oleh pajak restoran, pajak hiburan, pajak mineral bukan logam, bea perolehaan hak atas tanah dan bagunan (BPHTB),” ujar Edi usai Rapat Paripurna Jawaban Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon atas Pandangan Umum Fraksi pada RAPBD 2019 di aula Rapat Paripurna DPRD  Cilegon, Senin (22/10/2018).

Menurut Edi, untuk memaksimalkan pendapatan target PAD ini, Pemkot melalui BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) akan menambah tapping box untuk memaksimalkan PAD.

“Oh jelas akan kita (Pemkot,red) tambah keberadaan tapping box tersebut. Pada 2017 masih 56 titik sedangkan di 2018 yang sudah terpasang mencapai 50 unit tapping box. Kemungkinan akan ada penambahan tapping box lagi di hotel, restoran mapun titik penghasil pendapatan,” ujar Mantan Kepala Bappeda Kota Cilegon.

Edi tak membantah salah satu faktor lainnya yang mempengaruhi belum maksimalnya pendapatan ini, juga dipengaruhi oleh pembangunan Pelabuhan Warnasari yang masih mangkrak.

“Mungkin salah satunya itu dari pembangunan Pelabuhan Warnasari,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun mengatakan, ia menyayangkan target Pendapatan Asli Daerah 2019 merosot dari 2018. Hal ini haruslah disikapi bijak oleh Pemkot Cilegon untuk memaksimalkan potensi pajak.

“Mungkin karena adanya kebocoran pajak. Dan masalah ini tentunya harus disikapi dengan serius oleh Pemkot Cilegon. Oleh karena itu, Pemkot Cilegon harus bisa mencari solusi untuk menutupi kebocoran tersebut,” terang Uyun.

Untuk mengoptimalkan pendapatan ini, masih kata Uyun, DPRD akan terus mendorong Pemkot Cilegon untuk memaksimalkan PAD tersebut.

“Kami juga dorong PAD yang disumbang PAD lebih besar,” tutupnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -