20.1 C
New York
Minggu, Februari 15, 2026
BerandaPeristiwaPuluhan Warga di Cilegon Dilatih Jadi Petugas K3 Mitigasi Bencana Industri

Puluhan Warga di Cilegon Dilatih Jadi Petugas K3 Mitigasi Bencana Industri

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon memberikan pelatihan kepaeda sebanyak 80 warga untuk menjadi petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memitigasi manakala terjadi bencana gas kimia beracun. Hal ini ditandai lewat Perjanjian Kerja Sama antara Pemkot Cilegon dengan PT Surya Segara Hana di Kantor Disnaker Kota Cilegon, Selasa (3/6/2025).

Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan pelatihan ini dilakukan agar generasi muda di Cilegon memiliki pengalaman menangani gas kimia beracun. Di mana, hampir keberadaan industri di Cilegon merupakan pabrik kimia.

“Kerjasama antara Pemkot Cilegon dengan PT Surya Segara Hana ini untuk melatih anak-anak muda terhadap mitigasi bencana gas kimia beracun. Dengan pelatihan ini, para anak-anak muda bisa memiliki pengalaman dalam penanganan K3,” kata Robinsar ditemui usai kegiatan.

Menurut Robinsar, dengan banyaknya pabrik kimia di Cilegon, tentu hal yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang potensial.  Sehingga nanti saat SDM dibutuhkan oleh industry telah siap. Sebab selama ini, belum terlihat ada kesamaan atau kecocokan antara kebutuhan dari industri dengan kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja asal Cilegon.

“Keberadaan pabrik kimia di Cilegon sangat  akan kebocoran dan bencana. Alangkah baiknya kita (Pemkot Cilegon) mempersiapkan SDM-nya. Ini juga tujuan kami (Pemkot Cilegon) agar bisa menekan pengangguran. Jangan juga kita minta industri akomodir warga Cilegon, tapi kompetensinya ga ada. Kita harus benar-benar persiapkan kebutuhan dari industri tersebut,” ujar Robinsar.

Kata Robinsar, pelatihan ini bukan hanya menjawab kebutuhan industri, tapi juga mempersiapkan calon pekerja yang kompeten dan siap kerja.

“Kita tidak hanya bicara soal pengangguran, tapi juga soal kompetensi. Jangan sampai industri minta tenaga kerja, tapi kompetensinya tidak tersedia. Maka kita siapkan dari sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Surya Segara Hana, Suryadinata, menjelaskan, ide pelatihan ini muncul dari kebutuhan lapangan, di mana selama ini penanganan gas berbahaya di kawasan industri banyak ditangani oleh vendor dari luar Cilegon.

“Penanganan gas berbahaya harus dilakukan cepat dan dengan pengetahuan teknologi yang sesuai. Selama ini yang terlibat justru vendor dari luar Cilegon. Kami berpikir, kenapa tidak dilakukan pelatihan terhadap pemuda-pemudi Cilegon agar mereka bisa menangani hal ini secara lokal,” jelas Suryadinata.

Suryadinata juga menambahkan, pelatih dalam program ini berasal dari praktisi yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang gas industri dan telah memiliki sertifikasi terkait.

“Pelatih kami adalah praktisi yang telah diverifikasi dan berpengalaman dalam pengajuan sebagai gas inspector. Kami ingin memastikan bahwa peserta mendapatkan pelatihan dari sumber yang benar-benar ahli di bidangnya,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2