Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi didampingi unsur muspida melakukan penyisiran ke beberapa lokasi room dan karaoke di tempat hiburan malam yang melanggar Perda nomor 2 tahun 2003,” Minggu (13/1/2019) dini hari. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Plt Walikota Edi Ariadi tampak kesal dengan razia di tempat hiburan malam (THM) yang digelar pada Minggu (13/1/2019) dini hari bersama dengan unsur muspida. Alasannya, operasi rahasia tersebut diduga telah dibocorkan oleh pihak-pihak tertentu.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, aksi ini dimulai pada pukul 00.00 WIB dengan dihadiri langsung Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Dandim 0623 Cilegon Letkol Armed Rico Ricardo Sirait, Dalanal Banten Kolonel Baroyo Eko Basuki. Beberapa tempat hiburan malam yang dirazia, yakni, LM (Lounge Modern), Regent, King. Saat menyambangi tempat hiburan malam, tak ditemukan aktivitas apapun di tempat hiburan tersebut.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi kesal dengan razia tersebut. Sebab, ia tidak bisa menemukan adanya aktivitas dalam kegiatan di dalam tempat hiburan dan menganggap razia kali ini telah bocor sebelum dilaksanakan.

“Kayanya bocor deh. Ada yang ngasih tau kalau mau diadakan razia di sini (tempat hiburan malam,red). Teman-teman (wartawan) bisa simpulkan sendiri deh,” kata Edi dengan nada kesal usai melakukan razia.

Edi mengaku, dasar dari kegiatan razia kali ini, karena seluruh tempat hiburan malam telah menyalahi aturan Perda Cilegon Nomor 2 Tahun 2003 bahwa beroperasi melebihi jam tayang. Di tambah lagi, izin usaha tempat hiburan malam ini hanya restoran dan kafe bukan club atau karaoke.

“Dasar inilah yang kita (Pemkot,red) gunakan. Karena dalam izin mereka itu hanya menggunakan izin restoran dan kafe bukan karaoke atau apapun juga. Kita (Pemkot,red) enggak akan tinggal diam begitu aja,” ujarnya.

Selain itu, Edi pun menyesalkan keberadaan dari PPNS dibawah pengendalian Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tidak mampu tegas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya menindak THM yang bandel.

“Satpol PP ini kan punya PPNS. Saya ingin keberadaan PPNS ini bisa dijalankan. Mereka kan bisa melakukan penindakan secara tegas. Terus, saya juga minta pola-pola lama di PPNS itu di rubah. Sekarang apa hasilnya dari razia ini. Kita (Pemkot dan unsur muspida) udah rame-rame datang ke sini malah semuanya bocor. Coba, buat metode silent gitu lho. Jangan seperti ini,” sesal Edi.

Disinggung mengenai rencana pemanggilan penggelola dan pemilik tempat hiburan malam, diakui Edi, bahwa secepatnya Pemkot akan melakukan itu. Mereka akan dimintai pertanggungjawabannya karena masih beroperasi diatas pukul 00.00 WIB.

“Secepatnya saya panggil mereka. Saya juga ingin tau alasan mereka itu kenapa masih buka diatas pukul 00.00 WIB,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Satpol PP, Juhadi M Syukur meminta agar Perda hiburan malam dapat cepat direvisi oleh pihak terkait. Bahkan, ia juga meminta, usai di revisi, keberadaan hiburan malam juga bisa direlokasi menjauh dari pusat kota. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?