Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang, Muhlas Halim (Foto Abdul Azis/selatsunda.com)

PANDEGLANG, SSC – Imbas Reaktivasi Kereta Api Jalur Rangkasbitung – Labuan yang tercancam molor, DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Pandeglang meminta Pemkab bisa cepat bersikap menyelesaikan persoalan itu.

Sekretaris komisi III DPRD Pandeglang, Muhlas Halim mengatakan, masalah itu jangan dibiarkan berlarut-larut. Bila perlu pemkab dapat turun langsung berkoordinasi pemasalah itu dengan Kementerian Perhubungan agar jalur KA bisa dibangun.

“Pemkab harus jemput bola untuk menyelesaikan persoalan ini. Sebab, kami (DPRD Kabupaten Pandeglang, red) sudah koordinasi dengan Kementrian Perhubungan. Dari hasil koordinasi, kami mendapatkan rancangan dan tahapan-tahapnya,” kata Muhlas Saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/8/2018).

Dari hasil kesepakatan yang dibuat antara pemkab dan Kemenhub pada pertemuan sebelumnya, kata Muklas, lahan yang akan digunakan sebesar 56,6 kilometer mulai dari wilayah Pandeglang sekitar 37,9 kilomwter dan Rangkas sekitar 18,7 kilometer. Pertemuan itu juga merencanakan pembangunan dapat dimulai pada tahun 2019 dan rampung di tahun 2021.

“Di sana, kami (DPRD Kabupaten Pandeglang) dengan Kemenhub membicarakan akan proses pembangunan yang akan dilakukan pada 2019 hingga 2021 mendatang,” sambung Muhlas.

Sementara terkait biaya ganti rugi yang harus dibayarkan, pihak Kementerian Perhubungan akan memberikan kompensasi berupa penyediaan rumah susun untuk masyarakat yang tergusur.

“Perkiraan total penertiban bangunan sebanyak 1.488 unit dan rencana tahapan penertiban lahan dilakukan pada tahun 2018,” pungkasnya. (Azis/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here