Kepala BPBD Kota Cilegon, Rasmi Widyani diwawancara (Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengakui belum dapat bekerja secara maksimal mengatasi krisis kekeringan yang melanda warga di wilayah Kecamatan Pulomerak. Bantuan yang dikirim juga masih belum dapat memenuhi volume kebutuhan air bersih masyarakat yang tinggal di perbukitan di wilayah itu.

Kepala BPBD Kota Cilegon Rasmi Widyani mengatakan, selama ini BPBD selalu bekerjasama dengan PDAM-CM mengatasi krisis air saat kemarau panjang. Namun kata Rasmi, bantuan yang dikirim dinilai masih belum dapat memenuhi kebutuhan air yang diharapkan warga. Untuk memaksimalkan bantuan, BPBD perlu truk tangki air agar krisis air teratasi.

“Seharusnya BPBD punya Water Tron (Truk Tangki Air) sendiri. Sebab, untuk mengirimkan air ke wilayah kekeringan biaya yang harus kita keluarkan sebesar Rp350 ribu per meter kubik. Dengan kondisi ini, kita tinggal kontak PDAM untuk mensuplai air ke wilayah kekeringan itu,” kata Rasmi, Rabu (15/8/2018).

Truk tangki yang dibutuhkan itu, kata Rasmi, tidak perlu berukuran besar. Dengan truk berukuran kecil, pengiriman ke daerah terpencil dan perbukitan dapat dijangkau.

“Cukup armada ukuran kecil aja yang semestinya kita (BPBD,red) punya. Kalau ukuran besar, dikhawatirkan tidak akan bisa mengirimkan air ke daerah terpencil dan pengunungan bisa dilalui truk tangki ukuran besar,” keluhnya.

Ia berharap, kasus kekeringan yang terjadi di Cilegon ini tidak berlangsung lama. Masyarakat,  sambungnya juga diharapkan dapat hidup berhemat dengan kondisi yang dialami saat ini.

“Tapi, kami berharap kemarau ini tidak begitu panjang,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi telah memanggil BPBD dan PDAM-CM membahas permasalahan tersebut. Edi meminta agar kedua instansi itu dapat cepat tanggap mengatasi masalah tersebut tanpa menunggu instruksi dari dirinya.

“Saya udah panggil kok pihak BPBD dan PDAM ke ruangan. Dan masalah ini pun sudah di bahas dalam rapat anggaran di Jakarta kemarin. Saya juga perintahkan agar PDAM jangan menunggu saja. Tapi, pihak PDAM sendiri yang meminta agar BPBD juga ikut berkoordinasi pada kondisi ini,” kata Edi. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here