Walikota Serang, Syafrudin, Wakil Walikota, Subadri Ushuludin menghadiri Diskusi Refleksi 1 Tahun 'Aje Kendor' yang diinisiasi PWKS di teras Kantor Disdukcapil Serang, Minggu (8/12/2019). Foto Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Diskusi refleksi satu tahun Aje Kendor yang diinisiasi Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) dengan mengundang Walikota Serang, Syafrudin dan wakilnya, Subadri Ushuludin berjalan penuh kehangatan. Diskusi bertajuk Antara Janji dan Realita yang digelar lesehan di teras Kantor Disdukcapil ini makin hangat dengan hadirnya mahasiswa dan komunitas di Serang. Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Serang, Budi Rustandi dan sejumlah Kepala OPD.

Diskusi yang berlangsung sekitar 3 jam itu terjalin komunikasi penuh keakraban. Satu persatu baik mahasiswa, komunitas dan insan pers bertanya dan dijawab oleh Syafrudin dan Subadri. Bahkan kinerja satu tahun kepemimpinan pasangan Aje Kendor yang beberapa hari terakhir dikritisi mahasiswa lewat aksi unjukrasa menjadi topik utama diskusi.

Topik diskusi yang diangkat tak jauh dengan janji-janji politik Syafrudin dan Subadri kala setelah menjabat. Mulai dari belum tuntasnya penanganan PKL di Serang, infrastruktur, ekonomi kreatif, kesemrawutan Pasar Rau dan Pasar lama, tempat hiburan, kearifan lokal dan lainnya.

Syafrudin sungguh mengapresiasi diskusi yang diadakan PWKS. Janji-janji politik dia dan wakilnya dikritisi dan dikawal. Ia memang mengakui dalam menjalankan kebijakan ada yang sudah berjalan namun masih ada juga kekurangan. Menurutnya diskusi yang diinisiasi sangat konstruktif dan perlu digelar terus menerus yang tujuannya satu yakni demi kemajuan pembangunan Kota Serang.

“Ini sesuatu hal yang positif yah karena selama terbentuknya Kota Serang, itu belum pernah terjadi seperti ini. Saya atas nama pemerintah Kota Serang mengapresiasi dengan kegiatan ini,” ujarnya, Sabtu (7/12/2019).

Syafrudin mengakui tidak dapat berjalan sendirian bersama wakilnya menjalankan roda pemerintahan. Seluruh masukan dari berbagai pihak termasuk dari insan pers sangat diperlukan. Mantan Camat Kasemen ini meminta agar pers bisa membantu pemerintah tidak hanya mengontrol tapi juga bisa memberi sumbangsi ide dan pemikiran bersama-sama membangun Serang.

“Karena kontrol kinerja pemerintah Kota Serang ini juga perlu masukan-masukan dari rekan- rekan. Terutama teman-teman wartawan untuk kemajuan pemerintah Kota Serang. Kemajuan masyarakat Kota Serang ini juga tidak lepas dari kontrol para wartawan yang ada di Kota Serang,” kata Syafrudin.

Sementara, Wakil Walikota Serang, Subadri juga mengapresiasi. Ia mengakui dalam satu tahun kepimpinannya bersama Walikota masih terdapat kekurangan. Ia berharap, seluruh program yang dijalankan kedepan baik menyangkut infrastruktur, pendidikan dan kesehatan dapat disukseskan bersama-sama seluruh pihak termasuk peran pers. Ia menyatakan, pers sebagai pilar demokrasi diharapkan bisa menjadi kontrol pemerintah agar seluruh pembangunan terwujud.

“Suksesnya sebuah program Kota Serang juga diawali dari sebuah kebersamaan, dari sebuah sinergi antara pemerintah Kota Serang dengan media, dengan mahasiswa, dengan semua elemen masyarakat, insya Allah kalau kebersamaan itu sudah terbentuk insya Allah ke depan Kota Serang bisa setara dengan kabupaten kota lain,” pungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here