Ketua IKAPI Banten Andi Suhud Trisnadi (kemeja biru) memberikan plakat kepada Bambang Trimansyah usai memberikan materi menulis dan editor di salah satu hotel di serang,” Sabtu (7/12/2019) Ajat Sudrajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Banten memberikan pembekalan kepada para penulis dan editor buku ajar dalam Workshop dan Pendampingan Tehnik Menulis Buku Ajar, Buku Referensi dan Monograf di Kota Serang,” Sabtu (7/12/2019).

Pembekalan kepada kaum generasi muda ini dilakukan sebagai upaya mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal dalam membuat buku ajar.

Disampaikan langsung Ketua IKAPI Banten Andi Suhud Trisnadi mengatakan, sebagai asosiasi penerbit buku, seorang penulis dan editor harus profesional. Terlebih lagi dalam menulis buku ajar. Sebab, sering ditemukan banyak penulis yang tidak paham dalam membedakan antara kata pengantar serta menyusun kata perkata.

“Kata pengantar itu ditulis oleh penulis padahal harusnya ditulis oleh orang lain, yang ditulis oleh penulis itu adalah prakata,” kata Andi Suhud.

Andi mengkui, kemampuan penulis dan editor buku di Banten masih belum mumpuni. Hal itu, kata dia, dapat dilihat dengan banyaknya peredaran buku yang masih di dominasi penerbit buku dari luar Banten.

“Mudah-mudahan dengan acara ini mampu mencetak generasi muda di Banten untuk dapat berkontribusi terhadap pembelajaran buku ajar,” sambungnya.

Oleh karena itulah, paparnya, dengan workshop atau pelatihan yang digelar dapar menjadi median bagi penulis maupun editor bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan kualitas. Barulah selanjutnya bisa mengikuti uji kopentensi menjadi penulis dan editor profesional.

“Proses yang mereka harus lalui adalah mengikuti pelatihan dulu. Setelah mereka (calon penulis) sudah paham dan bisa menulis dan mengedit, barulah calon penulis tersebut bisa mengikuti uji kompetensi, yang telah kita tunjuk untuk mengelar ujian kompetensi tersebut,” lanjutnya.

Sementara, salah satu pemateri, Bambang Trimansyah mengatakan, terkadang seorang penulis dan editor masih kerap menulis dan mengedit penulisan secara keliru. Penulisan atau editing yang benar harus memenuhi standar kaidah yang berlaku.

“Penerapan standar itu banyak yang keliru, standar itu mulai penulisan buku itu ada kayak tadi ada nontonmi buku, anatomi buku itu terdiri atas bagian awal dan bagian akhir. Nah itu ada urutannya ada kaidah penulisannya. Kesalahan itu yang sering ditemui oleh para penulis,” pungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here