Awak media menunjuk lokasi pematangan lahan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia, Kota Cilegon, belum lama ini. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten menyebut aktivitas eksploitasi pasir laut untuk kepentingan Pematangan lahan proyek PT Lotte Chemical Indonesia belum sama sekali dapat dilakukan. Hal ini disampaikan karena aktivitas pengerukan pasir belum mengantongi Surat Izin Kerja Keruk dan Reklamasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kalau dia (Lotte) mau bekerja, sudah terpenuhi SIKR-nya, Lotte baru bisa melaksanakan pekerjaan itu. Kalau belum terpenuhi belum bisa melaksanakan kegiatan reklamasi dengan pengerukan yang ada di sekitar itu,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkatan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Banten, Hotman Sijabat kepada awak media saat dikonfirmasi di Kantor KSOP Banten, Kamis (4/7/2019).

Pasalnya, SIUKR masih belum diterbitkan Kemenhub karena lahan sekitar 15 hektar yang akan digunakan untuk reklamasi masih bermasalah antara PT Kralatau Steel (KS) dengan PT Lotte Chemical Indonesia. Informasinya, pembahasan tentang lahan yang belum terselesaikan oleh kedua belah pihak ini dibahas di Kemenhub, belum lama ini.

“Mengenai ada faktor-faktor lain, silakan itu ada B2B(Bussiness to Bussiness)-nya. Pak Menteri sudah kasih waktu kedua belah pihak selesaikan dalma waktu dua minggu, selesaikan dengan B2B. Jangan sampai berlarut- larut. Yang mana yang menjadi haknya, kalau bukan haknya jangan juga mengakui itu haknya juga. Itu saran pak Menteri,” tuturnya.

Terkait dengan titik kordinat lokasi ekspoitasi pasir laut, kata Hotman, penetapan itu menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten.

Baca Juga : Walhi: Eksploitasi Pasir Laut di Selat Sunda Bisa Picu Potensi Bahaya Tsunami

Untuk diketahui, titik kordinat pengerukan pasir laut telah dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten Nomor : 902/Kep.068-DLKH/III/2019 tentang kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Pembangunan Pabrik Petrokimia Terintegrasi beserta Fasilitas Penunjang yang berlokasi di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Geogol dan Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon oleh PT Lotte Chemical Indonesia.

Surat ditetapkan tanggal 13 maret 2019 dan ditandatangani Kepala DLH dan Kehutanan, Husni Hasan. Surat juga ditembuskan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Banten dan Walikota Cilegon.

“Kalau (rencana) penyedotan pasirnya ada, karena di izin DLH-nya sudah ditunjuk juga kalau tidak salah itu PT Boskalis Internasional Indonesia, pelaksananya itu PT Seven Gate Indonesia. SGI itu yang ditunjuk untuk eksplorasi dari pasir. Itu di LH-nya sudah ada,” terangnya.

“Isinya itu bisa di cek di LH. Kalau tidak salah untuk kedalamannya kurang lebih 20 meter. Itu yang tahu dinas pertambangan dan dari pemda provinsi,” sambung dia. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?