CILEGON, SSC – Sejumlah tokoh masyarakat di Kota Cilegon secara gamblang menolak esploitasi pasir laut di Selat Sunda, Provinsi Banten untuk kepentingan proyek pematangan lahan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia. Penolakan ini mempertimbangkan dampak yang diakibatkan salah satunya menyangkut ancaman pada kerusakan ekosistem laut Banten.
Salah satu tokoh masyarakat Grogol, Rebudin mengatakan, dirinya tidak sama sekali menolak masuknya investasi Lotte di Kota Cilegon akan tetapi rencana pematangan lahan dengan eksploitasi pasir laut tidaklah dibenarkan.
Menurut dia, penggunaan pasir laut pada proyek pembangunan Pabrik Lotte senilai Rp 44 Triliun ini sudah menjadi isu yang belakangan sentral di masyarakat bukan hanya Cilegon namun juga masyarakat pesisir di Banten.
“Hari ini ada indikasi Lotte kan masuk tentang proyek pematangan lahan. Kami sepakat atas investasi dan berdiskusi bersama dengan sejumlah elemen, diindikasikan menggunakan pasir laut. Kalau itu memungkinkan, kami menolak. Bahkan teman-teman di labuhan, andai itu pasir di keruk di Selat Sunda, akan panjang masalahnya dan sebagainya kalau dilihat dari ekosistem,” ujar Rebudin saat di Kesekretariatan Persatuan Masyarakat Asli Gusuran (PMAG), Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Selasa (2/7/2019).
Pematangan lahan Lotte dengan menggunakan sumber daya alam pasir laut dari Banten, menurut mantan angggota DPRD Cilegon ini dapat merusak ekosistem laut. Apalagi isu yang berhembus, material yang digunakan akan menggunakan pasir laut mulai dari wilayah Pulau Sangiang hingga Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Paling tidak itu menjadi referensi kami keberatan, kalau zonanisasi yang diindikasi mau dikeruk itu tidak lain adalah berkisar Anak Krakatau hingga Pulau Sangiang itu, 12 mil dari darat,” tuturnya.
Sejauh ini di lokasi, kata dia, belum ada tanda-tanda pengiriman pasir laut ke proyek Lotte. Namun rencana penggunaan 4,8 juta kubik pasir laut yang dikerjakan PT Seven Gates Indonesia dengan menggunakan kapal dari Royal Boskalis Westminster N.V ini, sambung Rebudin, mulai tampak dipersiapkan di lokasi.
“Sampai hari ini, indikator-indokator untuk menuju kegiatan pengerukan pasir itu terlihat penyiapan area, penyodot airnya dan peralatan-peralatan seperti selang dan sebagainya,” tandasnya.
Ia memperingatkan agar Lotte tidak mengeksekusi itu. Kembali ia menegaskan, elemen masyarakat Cilegon menolak keras eksploitasi pasir laut.
“Kami elemen masyarakat Cilegon memberikan peringatan kepada Lotte Chemical, timbunan itu jangan pakai pasir laut, alias intinya kita menolak. Jangan lakukan itu,” tuturnya.
Sementara Tokoh Masyarakat Citangkil, Ustad Sunarji mengatakan hal yang sama. Ia tidak menolak investasi Lotte namun pengerukan pasir jangan sampai merusak penghidupan masyarakat terutama bagi para nelayan di Cilegon. Hak nelayan, kata dia, harus dilindungi.
“Jangan sampai merusak tananan alam dan pekerjaan masyarakat yang sebagai nelayan harus dilindungi. Investasi is okay, asalkan tetap menjaga kondisi kemasyarakatan,” paparnya.
Sementara, General Affair PT. Lotte Chemical Indonesia, Marijono dihubungi belum terkonfirmasi. Pesan pendek juga belum dibalas. Begitupun Humas PT Lotte Chemical, Nurman yang dihubungi belum banyak memberi komentar.
“Saya bukan dalam kapasitas memberi penjelasan, tetapi insya Allah akan saya sampaikan kepada pimpinan,” ujar Nurman singkat. (Ronald/Red)

