CILEGON, SSC – Gelombang protes buruh outsourching menolak kebijakan restrukturisasi organisasi yang dijalankan oleh PT Krakatau Steel masih belum menemui titik temu. Aksi unjukrasa yang dilakukan selama 2 hari dari Selasa (2/7/2019) hingga Rabu (3/7/2019) menuntut Direktur Utama, Silmy Karim memberi penjelasan langsung kepada kaum buruh juga tak sama sekali ditanggapi.
Mengetahui hal ini berlarut-larut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cilegon menyarankan agar kedua pihak dapat duduk bersama memecahkan kemelut yang terjadi.
Ketua Apindo Kota Cilegon, Tommy Rachmatullah mengatakan, perlunya pertemuan itu karena kedua pihak memiliki tujuan yang sama dimana buruh tetap ingin bekerja dan KS juga ingin menyelematkan usaha bisnis perseroannya. Pertemuan itu adalah solusi terbaik.
“Setiap perushaaan kan punya situasi dan kondisi masing-masing, saya rasa setiap organisasi perusahaan pernah mengalami pasang surut bisnis. Kalaupun ada masalah di perusahaan secara aturan sudah ada, kita mendrong dimusyawarahkan, bipartiet, antara manajemen dan pekerja,” ujar Tommy.
Baca : Ribuan Karyawan Krakatau Steel Terancam di PHK
Sebagai asosiasi yang menanungi pengusaha tak terkecuali vendor di KS, kata Tommy, Apindo belum mendapat pengaduan. Bahkan informasi tentang restrukturisasi KS diperoleh dari pemberitaan yang selama ini beredar.
“Terus terang kami secara resmi, kami Apindo tidak mendapat informasi resmi. Kami tahunya itu dari media. Hal-hal seperti itu,” terangnya.
Baca juga : Terkait Kebijakan Dirumahkan, Audiensi Buruh Outsourching dan Manajemen KS ‘Deadlock’
Disinggung sepakatkah Apindo dengan kebijakan yang diputuskan KS atau sebaliknya dengan penolakan restrukturisasi oleh buruh, pihaknya tak berkomentar banyak.
Pihaknya hanya berharap agat kedua pihak saling memberi solusi atas kondisi yang terjadi. Pada akhirnya, kata dia, KS tetap terus berkembang begitupun perusahaan vendor tetap bisa mempertahankan usaha dan pekerjanya.
“Sebaiknya semua pihak dapat bertemu dan bermusyawarah. Memahami satu sama lain kondisi yang sedang dihadapi, jadi masing-masing pihak mengerti tahu kondisi seperti apa, kemudian bisa mencari solusinya. Mudah mudahan masing-masing pihak dapat terbuka dengan mediasi itu. Bersama-sama bagaimana tetap sustain, tetap ada dan berkembang,” paparnya. (Ronald/Red)

