CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon meninjau kembali program-program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menenggah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Dalam Pembahasan yang diselenggarakan secara tertutup di ruang pertemuan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Senin (3/12/2018), terdapat 2 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang program prioritasnya belum memenuhi target RPJMD yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Kesehatan.
Kepala Bappeda Cilegon, Ratu Ati Marliati mengakui, jika terdapat beberapa program prioritas dari OPD yang menjadi soratan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rapat yang dipimpin langsung oleh Sari Suryati selaku Ketua TAPD ini, kata dia, belum menyimpulkan suatu hasil. Program OPD yang belum memenuhi target masih perlu di evaluasi dan diminta klarifikasi sebagai bahan pertimbangan.
“Rapat tadi kita (Tim TAPD) melakukan evaluasi terkait target RPJMD 2016-2021 oleh OPD. Dari hasil tersebut, PU dan Dinkes salah satu sorotan kami. Kalau memang belum, kita ingin tahu kendalanya seperti apa, karena nanti kan berdampak pada alokasi anggaran berikutnya. Kita baru evaluasi dulu. Dari hasil evaluasi itu, kita nanti akan lakukan rapat dengan OPD tersebut, apa kendala dari mereka. Kenapa tidak tercapai? Setelah kita dengar penjelasan dan klarifikasi mereka. Apakah masih dalam proses? Atau belum pencairan. Setelah kita tahu dari klarifikasi dari OPD baru, baru kita bisa tahu apa sikap yang bisa kita ambil,” kata Ati.
Sejauh ini, dua program prioritas yang belum tercapai dari DPUTR dan Dinkes menyangkut pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) dan pembangunan RSUD Tipe D. Untuk JLU, sambungnya, pembangunan belum tercapai dan masih berproses. Sementara dari rencana pembangunan 2 RSUD tipe D, baru 1 rumah sakit yang terealisasi.
“PU itu kasus JLU (Jalan Lingkar Utara) yang saat ini pencapaian target baru 80-90 persen. Sementara keinginan kita RPJMD harus terealisasi 100 persen. Kita tidak bisa menjudge, nah kita harus tanya, kendalanya apa,” katanya.
Meskipun begitu, Ati enggan menjabarkan lebih jauh mengapa dua program prioritas tersebut belum tercapai target. Pihaknya masih perlu menanyakan langsung kepada OPD bersangkutan sehubungan kendala yang dihadapi sebelum memutuskannya bersama TAPD.
“Saat ini masih kita evaluasi dulu jadi belum bisa jabarkan secara detail. Tapi, nanti setelah kita dengar hasil klarifikasi dari OPD, baru kita bisa tahu OPD mana yang tidak mencapai target RPJMD. Nanti kalau itu sudah menyatakan, oh tidak ibu ini masih masih proses, nah, jadi kita nunggu dulu,” ucapnya. (Ully/Red)

