CILEGON, SSC – Satnarkoba Polres Cilegon berhasil menyita ribuan obat keras Type G dengan jenis Hexymer dan Tramadol. Obat-obat terlarang ini disita dari penangkapan polisi terhadap pelaku MA (43) saat di Pasar Angke, Jembatan Lima, Kecamatan Tambora Jakarta Barat.

Kasat Narkoba Polres Cilegon AKP Dedy Mirza mengatakan, pengungkapan ribuan butir hexymer dan tramadol merupakan pengembangan kasus narkoba di Kecamatan Pulomerak beberapa waktu lalu.

Saat itu, pelaku inisial RR ditangkap di rumahnya di Lingkungan Sukajadi, Kelurahan Mekarsari. RR diduga mengedarkan obat terlarang yang diperolehnya dari MA.

Polisi kemudian memburu keberadaan MA di Jakarta. Dari tangan MA, petugas menyita ribuan pil dari tokonya yang berjumlah 250 lempeng yang diduga Tramadol serta 5.500 butir obat berwarna kuning Hexymer.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

“Berawal dari penangkapan saudara RR, yang kami amankan. Dia mengaku membeli obat yang diduga Tramadol dari saudara MA. Kemudian kami lakukan pengembangan kepada saudara MA. Selanjutnya MA kami tangkap di pasar Angke Jakarta Barat dengan barang bukti,” kata AKP Dedy Mirza, Kamis (19/11/2020).

Ia menambahkan, RR yang sebelumnya diringkus terlebih dahulu oleh polisi mengaku, membeli obat keras tersebut dari MA untuk diedarkan kembali di wilayah Cilegon.

Kepada para pelaku yang menyalahgunakan peredaran obat keras tersebut diancam hukuman penjara 15 tahun karena telah melanggar Pasal 196 Sub Pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“(Hexymer dan Tramadol) Untuk dijual lagi. Jadi dia (RR) beli untuk di jual lagi,” pungkasnya. (Ully/Red)