CILEGON, SSC – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang dengan liar di sekitaran Alun-Alun Kota Cilegon dan jalan protokol masih menjadi perhatian serius Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cilegon. Kamis (24/5/2018) pagi, petugas penegak perda itu melakukan penertiban.

Kadis Satpol PP Cilegon, Juhadi M Syukur mengatakan, penertiban itu didasari oleh instruksi kepala daerah. Keberadaan PKL liar mulai meresahkan pengunjung dan membuat kondisi alun-alun kumuh.

“Kita (Satpol PP) tahu kalau Alun-alun dibangun dengan APBD yang tidak kecil. Oleh karena itu, kita ingin alun-alun bersih dan bebas dari PKL liar yang meresahkan masyarakat dan menganggu kenyamanan itu, ” kata Juhadi.

Penertiban itu, kata Juhadi, dilakukan karena banyak pedagang berjualan secara bebas. Hal itupun dilakukan Satpol PP setelah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon.

“Sebenarnya kita juga kasihan dengan para pedagang. Tapi, mereka juga harus tahu tempat mana saja yang harus dijadikan area jualan oleh mereka,” tambah Juhadi.

Untuk mencari solusi, lanjut Juhadi, Pemkot lewat Dinas Perkim tengah berkoordinasi dengan PT. Krakatau Steel, Tbk. Hal itu supaya tempat berjualan PKL dapat tertata baik.

“Dari pihak Disperkim saat ini sedang dilakukan koordinasi dan komunikasi ke pihak PT KS. Kita sih berkeinginan pedagang di Alun-alun bisa lebih tertata lebih baik sehingga lebih enak dilihat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Panguyunan pedagang Alun-Alun Kota Cilegon Ahmad Farid mengaku tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP sangat tidak manusiawi. Pembongkaran itu dinilai telah dilakukan sewenang-wenang tanpa memperhatikan nasib pedagang kecil.

“Saya kira Satpol PP tidak mempunyai hati apapun. Semestinya, sebelum dilakukan penertiban, kasih tahu dulu dong. Minimal ada SP (Surat Perintah) 1,2,3 untuk pedagang. Ini mah, gak ada surat tapi langsung digusur bahkan, petugas juga mengangkut barang-barang milik pedagang,” pungkasnya (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here