20.1 C
New York
Selasa, Juni 23, 2026
BerandaKesehatanSatu Orang PDP Virus Corona Asal Cilegon Meninggal Dunia, Hasil Swab Negatif

Satu Orang PDP Virus Corona Asal Cilegon Meninggal Dunia, Hasil Swab Negatif

-

CILEGON, SSC – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona asal Kota Cilegon meninggal dunia. Pasien yang merupakan Waga Pulomerak ini berdasarkan hasil swab dinyatakan negatif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Arriadna mengatakan, pasien perempuan berusia 64 tahun ini meninggal dunia pada Selasa (7/3/2020) pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, pasien dari rekam jejak sebagai PDP dirawat di Rumah Sakit Umum Banten (RSUB). Pada Jumat (3/4/2020), pasien diperiksa swab baik tes tenggorokan serta pemeriksaan PCR Covid-19. Dari hasil swab, pasien dinyatakan negatif virus corona.

“Pasien yang meninggal dunia tadi pagi ini memiliki penyakit stroke dan hipertensi. Semoga ibu tersebut dapat dimuliakan di sisi Allah dan kepada masyarakat jangan memberikan kekhawatiran yang berlebih,” kata Nana kepada awak media saat konferensi pers di Aula Kominfo Pemerintah Kota Cilegon, Selasa (7/4/2020).

Lebih lanjut setelah terkonfirmasi negatif Covid-19, kata Arriadna, pasien dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon. Pasien meninggal dunia setelah di diagonosa penyakit stroke dan hipertensi

“Karena almarhumah ini murni memiliki sakit stroke dan hipertensi. Karena khawatir tertular dengan pasien lain, almarhum lansia tersebut dirawat ke RSKM. Dan di RSKM, almarhum dinyatakan telah meninggal dunia,” lanjutnya.

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon meminta agar satu keluarga pasien dapat melakukan isolasi mandiri agar kondisi keluarga aman dalam penyakit virus Covid-19.

“Saya menghimbau kepada masyarakat tetap mengikuti intstuksi dan imbauan walikota untuk stay at home (tetap berada di rumah) untuk melakukan phisical distancing serta tetap mengikuti PHBS, mengikuti germas dan pake masker jika keluar rumah. Ini dilakukan agar dapat memutus rantai penyebaran covid-19 di Kota Cilegon,” ujarnya.

Lanjut Arriadna, untuk pemulasaraan jenazah almarhumah tetap dilakukan sesuai prosedur Covid-19.

“Bukan karena apa-apa karena ibu ini sudah dinyatakan PDP dan dinyatakan belum sembuh sebelumnya. Walaupun ada penyakit stroke,” terangnya.

Sementara itu, Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon, Prijo Wahjuana mengatakan saat ini proses pemulasaraan jenazah almarhum sedang dalam proses.

“Saat ini jenazah masih RSKM, kita masih menunggu peti jenazah. Untuk pemulasaraan kita sesuai dengan prosedur Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait mengaku, pihaknya untuk pengamanan penguburan pasien menyiagakan 10 personel. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada keluarga almarhum. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini