20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPemerintahanTerkendala Material, Target Pembangunan Shelter Bus Trans Cilegon Mandiri Molor

Terkendala Material, Target Pembangunan Shelter Bus Trans Cilegon Mandiri Molor

-

CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan Kota Cilegon mengakui proyek pekerjaan 4 shelter bus yang dibangun di Terminal Seruni dan Jalan Lingkar Selatan (JLS) molor dari target jatuh tempo yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapat material dinding dan kaca shelter untuk bus Trans Cilegon Mandiri tersebut.

“Jadi begini, pemesanan material kita ini ternyata harus indent. Itu (dinding shelter) berbahan ACF, yang tidak mudah rusak dan pecah. Kita masalahnya menghendaki warna (abu-abu) seperti ini. Karena itu, maka harus indent,” ujar Kepala Dishub Cilegon, Andi Affandi saat di Shetler yang ada di Jalan Lingkar Selatan, Cilegon, Jumat (21/12/2018).

Selain itu, kata Andi, bahan lain seperti sensor dan kaca dengan ukuran ketebalan khusus juga sulit didapat oleh pelaksana proyek. Bahan kaca yang dipakai berbahan tebal dan tidak mudah pecah.

“Ada juga (kendala) semacam pemesanan sensor dan kaca ini. Kaca ini pemesanannnya memang butuh waktu, karena kaca ini ada lapisannya,” paparnya.

Ia mengakui, jatuh tempo pelaksanaan proyek semestinya sudah dapat selesai pada Minggu (16/12/2018). Namun karena terkendala material, waktu pekerjaan proyek di perpanjang hingga Rabu (26/12/2018) mendatang.

“Sebenarnya target kita hari minggu selesai. Cuman karena ada libur, kita beri kesempatan sampai 26 Desember. Jadi ini ada adendum waktu, semingguan lah untuk shelter ini,” pungkasnya.

Diketahui, proyek 4 shelter Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) yang dikerjakan di Terminal Seruni dan JLS ini dibangun untuk pegoperasian Bus Trans Cilegon Mandiri. Hingga saat ini, Pembangunan empat shelter yang dikerjakan oleh PT Geo Makmur Gemilang dengan anggaran Rp 1,5 miliar ini telah mencapai 90 persen. Selain shelter, pemkot juga telah mengadakan 2 buah bus senilai Rp 1,3 miliar.

Pelaksana PT Geo Makmur Gemilang, Sukma Setiawan mengaku dapat mengejar keterlambatan pekerjaan proyek tersebut. Dengan ada tambahan waktu, material dapat segera dipasang.

“Semua bisa dikejar. Disini (Shelter di JLS) kan tinggal finishing, disana (Shelter di Seruni) juga tinggal dipasang. Materialnya sudah ready. Tinggal plafon dan kaca saja. Untuk (pekerjaan) tangga, sudah (selesai),” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini