Ilustrasi (fotografis Selatunda.com)

CILEGON, SSC – Sejumlah petugas penyelenggara pemilu yakni Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon 2020 dinyatakan reaktif virus corona usai menjalani rapid test di Kimia Farma, Kota Cilegon beberapa hari lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Divisi PHL pada Bawaslu Kota Cilegon, Urip Haryanto. Namun pihaknya enggan menyebutkan berapa jumlah petugas yang reaktif corona.

“Ada beberapa teman-teman kita yang waktu itu menjalani rapid test dinyatakan reaktif corona. Tapi maaf, kami tidak bisa memberitahu total petugas yang reaktif corona,” kata Urip saat dikonfirmasi melalui sambungan telepone genggamnya,” Minggu (4/10/2020).

Ia menyebut, dari total petugas yang mengikuti rapid test tidak seluruhnya reaktif Corona. Bahkan sejumlah yang reaktif saat tes ulang secara mandiri dinyatakan non reaktif. Untuk yang reaktif akan mengikuti swab test pada Senin (5/10/2020) atau Selasa (6/10/2020).

“Ada beberapa petugas kami yang melakukan rapid test kembali secara mandiri dan hasil test tersebut dinyatakan non reaktif. Itu sekitar 5 orang dinyatakan non reaktif. Sedangkan untuk sisanya, kemungkinan akan kami arahkan untuk melakukan swab test. Semoga saja hasilnya negatif,” jelas Urip.

Ia berharap semua petugas baik di Bawaslu, Panwascam maupun PPL negatif covid-19 sehingga penyelenggaraan Pilkada di Kota Cilegon terbebas dari penularan Virus Corona.

“Berharapnya semua sehat dan hasilnya nanti negatif covid-19,” harap Urip. (Ully/Red)