Foto Ilustrasi

CILEGON, SSC – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon mencatat ada 5 orang yang menjadi korban tindak pidana perdangangan orang (TPPO) di Kota Cilegon sepanjang 2021.

Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Agus Zulkarnaen mengatakan, kelima korban didominasi perempuan. Dari jumlah korban tersebut  tercatat 4 orang perempuan dan 1 anak-anak.

“Untuk 5 korban di 2021 ini terdiri dari 4 perempuan dan 1 anak-anak usai di bawah 15 tahun. Sementara di 2022 tercatat 1 orang,” ungkapnya, Rabu (25/5/2022).

Agus menilai, kebanyakan dari mereka yang menjadi korban adalah pendatang. Karena Kota Cilegon menjadi magnet untuk mencari peruntungan.

“Kota Cilegon perekonomiannya cukup tinggi dibandingkan dengan kota-kota lainya, jadi banyak pendatang baru mencoba kehidupannya di Kota Cilegon. Karena kondisi tersebutlah banyak orang-orang datang ke Cilegon,” tuturnya.

Agusjul sapaan akrabnya ini menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihaknya dalam mencegah TPPO. Diantaranya gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan. Kemudian pihaknya juga melakukan penjangkauan dan pendampingan bila terjadi kasus TPPO.

Ia mengharapkan, dengan upaya tersebut dapat menekan TPPO di Cilegon.

“Apabila ada kasus, kami lakukan pendampingan. Apabila ada laporan ke UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) kita langsung lakukan penjangkauan dan pendampingan baik proses assesment hingga ke proses hukumnya,” jelasnya. (Ully/Red)