Selebaran pesan yang mengatasnamakan mahasiswa mengkritik sikap Walikota Cilegon, Edi Ariadi beredar, Sabtu (8/2/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – File selebaran yang mengatasnamakan mahasiswa mengkritik Walikota Cilegon, Edi Ariadi beredar di kalangan wartawan. Pesan itu menyangkut pesan kepada Edi yang anti kritik. Edi juga disebut dalam pesan selalu mencari kambing hitam terkait persoalan banjir di Cilegon.

Dalam pesan file berlatar kuning itu tertulis bahwa Jelang Satu Tahun memimpin Cilegon, Bapak Edi Ariadi bukannya dibanggakan dengan prestasi tapi sikapnya pada salah satu organisasi mahasiswa di Kota Cilegon dinilai telah mengebiri kebebasan berpendapat dimuka Umum.

Sikap anti kritiknya selain dibuktikan dengan surat disposisi yang sedang ramai diperbincangkan dikhalayak umum
juga dibuktikan dengan selalu mencari kambing hitam atas persoalan Banjir di kota Cilegon.

Pendapatnya soal penyebab banjir selalu menuai kontroversi, misalnya ia menyalahkan Jalan Tol karena menyebabkan Banjir di Cilegon. Ia juga pernah membuat geger warga Bekasi dengan menyebut Bekasi Kota Macet.

Di dalam pesan juga tertulis Selama Walikota tidak mau introspeksi diri, maka selamanya Kota Cilegon tidak akan maju.

Pesan juga mencantumkan tagar # Lawan Walikota Anti Kritik # Selamatkan Kota Cilegon.

Walikota Edi yang coba dikonfirmasi tidak mengelak mendapat pesan tersebut namun enggan membeberkan siapa yang mengirim pesan.

Edi yang menanggapi selebaran itu mengatakan, mahasiswa sebagai mitra pemerintah tentunya harus bisa sama-sama mendukung siapapun kepala daerah. Ia menyatakan, dirinya bukan kepala daerah yang anti kritik. Meski tak membantah pernah mengkritik mahasiswa, namun kata dia, hal itu merupakan bagian dari pihaknya memberi motivasi.

“Bapak sih sebenarnya enggak anti kritik selama ini. Tapi, sebagai mitra pemerintah, mahasiswa semestinya bantu bapak untuk kemajuan Cilegon. Ketika mahasiwa mengkritik Pemkot Cilegon, kami kan tidak membalas kritikan tersebut. Tapi kenapa pas bapak kritik justru mahasiwa bersikap seperti itu. Kritikan yang bapak sampaikan ke mahasiwa ini kan sebuah motivasi. Tentunya ini harus diterima juga,” kata Edi dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2020).

Ia mengaku, bila dirinya sering menjadi kabar utama di pemberitaan media massa baik koran, televisi maupun media online. Menurutnya hal itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk memimpin Kota Cilegon lebih baik.

“Yah bagi saya gak ada masalah kalau dalam hal ini. Kalau untuk membangun Kota Cilegon masa saya gak bisa tegas,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here