Kendaraan Truk padati kantong parkir Dermaga III, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Kepadatan ini terjadi lantaran Dermaga III di Pelabuhan Bakauheni Rusak sehingga bongkar muat di dua pelabuhan tidak berjalan optimal. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tidak beroperasinya Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni karena rusak tertimpa insiden truk tercebur, Kamis, 27 Desember 2018, kemarin mempengaruhi sekdul kapal di Pelabuhan Merak dan Bakauheni berubah secara keseluruhan. Pasalnya, perubahan jadwal kapal ini memicu protes dari perusahaan pelayaran karena kapal-kapal yang semestinya melayani penumpang di dermaga 3 harus berbagi dermaga dengan kapal yang ada di dermaga 5. Perubahan jadwal itupun turut disinyalir mengakibatkan Pelabuhan Merak dipadati kendaraan penumpang sejak Jumat (28/12/2018) pagi hingga petang.

“Jadi tadi malam, ketika (dermaga 3 Bakauheni) itu ditutup, kapal – kapal dermaga 3 langsung bongkar engker di dermaga 7 (Bakauheni). Kapal-kapal di demaga 3 kan tidak beroperasi, karena pasangannya tidak dapat dioperasikan. Supaya lebih efektif, kapal yang di dermaga 5 itu kan olah geraknya agak lama, itu kita alihkan ke dermaga 3, itu yang terjadi,” ungkap Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Banten, Nurhadi, di konfimasi.

Baca : Dermaga III Bakauheni Rusak, Kendaraan Pribadi Dan Truk Padati Pelabuhan Merak

Adanya pengalihan kapal dari dermaga 5 ke dermaga 3 ini, kata Nurhadi, berimbas penyediaan kapal di dermaga 5 minim pengoperssian. Pihaknya telah berusaha untuk meminta perusahaan pelayaran bersedia mengisi dermaga dengan kapal kecil, namun kata Nurhadi, hal itu tidak maksimal. Banyak perusahaan pelayaran malah tidak bersedia menempatkan kapalnya di dermaga 5 karena aspek pertimbangan cuaca yang tidak bersahabat.

“Nah kapal untuk dermaga 5 itu, kita minta kapal lain untuk diisi kapal-kapal kecil. Dari tadi malam baru 3 kapal yang bersedia. Kita hubungi (perusahaan pelayaran) mana yang mau kapalnya di dermaga 5, banyak yang tidak berani karena kemarin ada insiden. Orang-orang (perusahaan pelayaran) tidak berani (sandar kapal) kesana. Kita maunya banyak kapal tapi nakodanya tidak berani, kan repot pak,” ujarnya.

Ia meminta agar seluruh perusahaan pelayaran di Pelabuhan Merak-Bakauheni dapat menghargai kebijakan perubahan jadwal yang diambil BPTD. Ia meminta operator jangan hanya mementingkan aspek bisnis saja tetapi dapat lebih mengedepankan aspek pelayanan.

“Kalau sudah seperti ini, jangan terlalu egois lah (perusahaan pelayaran). Kita ini pelayanan lah, jangan bisnisnya saja yang di kedepankan. Sekarang ini mau saya kumpulkan dulu semuanya,” tegasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?