GM ASDP Merak, Fahmi Alweni diwawancara media di Pelabuhan Merak, Cilegon (Foto Ronald Siagian/selatsunda.com)

CILEGON, SSC – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Merak mewajibkan penumpang untuk mengisi blangko manifes sebelum menaiki kapal di Pelabuhan Merak. Aturan yang diberlakukan untuk penumpang kendaraan itu diterapkan untuk melengkapi data manifes yang belum sempurna.

“Kami akan menyiapkan blanko dan akan kami tempatkan posko khusus untuk mendistribusikan blanko tersebut kepada pengguna jasa untuk diisi dibantu oleh petugas gabungan dari ASDP, Gapasdap, INFA dan BPTD. Kami siapkan dua posko gabungan di jembatan timbang untuk pelayanan bus dan kendaraan pribadi,” ujar General Manajer PT ASDP Merak, Fahmi Alweni dikonfirmasi, Kamis (12/7/2018).

Fahmi mengatakan, selama ini penerapan manifest secara lengkap baru diberlakukan untuk penumpang pejalan kaki. Namun untuk penumpang kendaraan masih belum sempurna.  Manifes hanya mencatat nama sopir dan jumlah penumpang di dalam kendaraan saja. Oleh karena itu,  lanjut Fahmi, pengisian blanko manifes penumpang kendaraan wajib dipenuhi untuk mengikuti aturan Peraturan Menteri Perhubungan yang berlaku.

“Memang sistem kita selama ini hanya mencatat identitas sopir saja dengan jumlah penumpangnya, tapi di blanko manifes ini semua harus tercatat. Setelah blanko itu diisi, lalu akan diserahkan ke petugas pelayanan tiket. Jadi kalau blanko itu, maka penumpang dilarang membeli tiket dan otomatis pula dia tidak bisa naik ke kapal. Kami akan berlaku tegas disini,” terangnya.

Prinsipnya, sambung Fahmi, ASDP bersama otoritas pelabuhan lain dan perusahaan pelayaran swasta di Merak mendukung untuk menyempurnakan manifest penumpang. Hal itu jadi prioritas agar keselamatan penumpang yang menggunakan jasa di Pelabuhan Merak dapat dijaminkan pada setiap kapal yang berlayar. Untuk mengimplementasikan itu, ASDP akan gencar mensosialisasikan aturan itu kepada penumpang.

“Kami tentu akan mematuhi semua ketentuan yang berlaku itu, karena manifes ini adalah hal yang penting. Makanya untuk menyosialisasikan program ini kami pun akan memasang sejumlah spanduk pemberitahuan di dalam dan di luar pelabuhan hingga ke rest area. Jadi sekarang tinggal kesadaran pengguna jasa,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten mengultimatum operator kapal di Pelabuhan Merak menyangkut penegakkan aturan manifes penumpang. Pemenuhan manifes penumpang wajib untuk ditaati dalam menjamin keselamatan pelayaran kapal. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here