Suasana keluar masuk kendaraan di pabrik PT Krakatau Posco, Kota Cilegon, belum lama ini. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di Selat Sunda, Provinsi Banten kini dinaikan menjadi level III atau siaga. Berbagai industri di Kota Cilegon yang mendapat informasi itu menyatakan tetap siaga dan waspada mengantisipasi ketika bencana gempa atau tsunami terjadi sewaktu-waktu.

Corporate Secretary PT Krakatau Posco (PT KP), Wisnu Kuncara mengatakan, sejauh ini aktivitas pabrik masih berjalan secara normal. Secara prosedur, kata Wisnu, PT KP telah menyiapkan langkah – langkah yang akan diambil ketika bencana gempa atau tsunami terjadi. Salah satunya bila terjadi bencana, mesin pabrik baja slab ini akan langsung dimatikan.

“Otomatis (mesin pabrik) itu (dimatikan). Prosedur itu sudah pasti akan dilakukan dan semuanya sudah diantisipasi. Misalnya, kalau men-shutdown mesin A, harus mengambil langkah seperti apa. Untuk mematikan yang ini, langkahnya harus seperti ini. Semua itu sudah ada prosedurnya,” ungkapnya di konfirmasi, Kamis (27/12/2018).

Jauh sebelum kejadian Tsunami Selat Sunda terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu, sambung Wisnu, PT KP juga telah melakukan simulasi. Langkah antisipasi penanganan bencana telah disimulasikan termasuk langkah-langkah mengevakuasi karyawan.

“Kemarin itu memang sudah di coba simulasi saat terjadi gempa. (Simulasi bunyi sirine bencana) Itu bagian untuk melatih karyawan ketika terjadi kegempaan. Prosedur evakuasi karyawan ketempat aman sudah kita tetapkan. Pos-pos shelternya ada, kalau misalnya tsunami kita evakuasi ke bukit palm,” paparnya.

Sementara Manager Humas Resource and General Affair PT. Dover Chemical, Dade Suparna mengatakan hal yang sama. Langkah-langkah yang diambil perusahaan ketika dihadapkan dengan bencana, kata Dade, telah disiapkan. Mesin akan langsung dimatikan ketika terjadi bencana dan karyawan langsung di evakuasi.

“Itu (mesin pabrik) pasti langsung di shutdown (dimatikan). Ibaratnya seperti televisi, kalau ada petir, tinggal langsung kita matikan. Otomatis kalau ada (bencana) itu, mesin tidak jalan,” ujarnya.

“Utamanya sekuriti dan teman-teman safty, memang kita siagakan. Jadi misalnya ada kejadian bencana, jalur evakuasi sudah ditentukan, dan itu ada prosedurnya,” paparnya.

Adanya informasi status GAK naik level Siaga III, kata Dade, pabrik masih beroperasi secara normal. Dampak gelombang dan angin yang saat ini terjadi tidak mempengaruhi kapal sandar di jetty pabrik.

“Sejauh ini aman-aman saja dan pabrik beroperasi normal. Kapal yang bersandar juga tidak ada kendala,” paparnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?