CILEGON, SSC – Pabrik Gula Rafinasi di Ciwandan, Cilegon, PT. Sentra Usahatama Jaya (PT. SUJ) tengah serius mengembangkan teknologi pengolahan limbah berbasis ramah lingkungan. Diperkirakan, pabrik yang berdiri tahun 2004 dengan kapasitas produksi 500.000 Metrik Ton pertahun itu, akan mengoperasikan project pengelolaan limbah berbasis Waste Water Treatment Plant (WWTP) pada Maret 2019 mendatang.

Direktur Operasional PT. SUJ, Tanu Yota mengatakan, SUJ cukup membutuhkan waktu yang lama dalam meriset tekonologi WWTP. Dari hasil riset, pabrik gula rafinasi itu menggunakan tekonologi asal negara Jepang.

“Kita bertekad untuk membuat sistem WWTP yang handal. Dua tahun terakhir kita terlibat. Kita pastikan teknologi sudah kita explored. 50 persen teknologi selalu mirip, baik dari Eropa, Jepang, Lokal, Malaysia dan Singapura. Jepang masih yang kita pilih, karena pola penerapan teknologinya sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkap Tanu dalam kegiatan Media Gathering bersama Pokja Wartawan Harian Cilegon (PWHC) di Horison Forbis Hotel Cilegon, Selasa (15/5/2018).

Sebelum memilih itu, Tanu yang dalam kegiatan didampingi GM Technical Project Engineering, Vicky Maulana dan Manager HRGA and External Relation, Rizki Weldi, menjelaskan jika teknologi itu telah diuji terlebih dahulu. Pembangunan Fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada proyek itu juga telah dicermati dan diteliti. Termasuk menyesuaikan parameter kualitas air yang sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

“Sudah diuji kalau baku mutunya, COD kurang dari 100 ppm (miligram perliter) dan BOD kurang dari 50 ppm, kekentalan dari limbah. Jadi setelah keluar dari IPAL, bisa diterima. Dan itu sudah sesuaikan dengan peraturan-peraturan KLH (Kementrian Lingkungan Hidup), ” tandasnya.

Tanu meyakini, tekonogi ini memiliki nilai tambah (value added) jika dibanding dengan tekonogi yang digunakan sebelumnya. Iapun meyakini jika teknologi ini jauh lebih handal dari perusahaan gula rafinasi lainnya. Sekalipun dana yang dikeluarkan untuk menginvestasikan teknologi ini tidak sedikit, diharapkan SUJ dapat menerapkan teknologi itu dengan Zero Waste.

“Kita tidak bermaksud membandingkan, tetapi kami yakin tekonologi ini menjadi advantage buat kami,” tuturnya.

Sementara itu, Manager HRGA and External Relation, Rizki Weldi menambahkan penerapan teknologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk seluruh stakeholder. Penerapan teknologi itu memberi konstribusi secara positif terutama pengelolaan limbah dengan cermat dan mengedepankan aspek lingkungan.

“Kita ingin SUJ Zero Waste. Sesuai dengan visi kami, kami mau menjadi yang terbaik. Bukan diinternal saja tetapi juga untuk masyarakat,” pungkasnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here