CILEGON, SSC – Dua tempat yang disediakan Pemkot Cilegon yakni Hanggar Barat dan Terminal Bongkar Muat Pasar Kranggot untuk relokasi nampaknya tidak difungsikan oleh pedagang. Kedua tempat yang telah disediakan itu terpantau kosong.
Diketahui, Pemkot Cilegon belum lama ini melakukan penertiban pedagang yang berjualan di akses jalan di Pasar Kranggot. Penertiban dilakukan karena pedagang berjualan tidak ditempat semestinya.
Pantauan Selatsunda.com di Pasar Kranggot Rabu (2/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, bahu jalan sudah tidak lagi terdapat pedagang yang berjualan. Namun untuk tempat relokasi di Hanggar Barat, terlihat tidak ada pedagang. Begitu juga tempat relokasi di Terminal Bongkar Muat juga terpantau kosong.

Kepala UPT Pasar Kranggot, Siti Rogayah mengatakan, sampai saat ini sejak peneriban pedagang diberlakukan mulai 16 Juni 2025, peneriban masih terus berjalan oleh tim gabungan dari berbagai OPD terkait. Saat ini, kondisinya sudah terbilang rapi meski belum 100 persen.
“Sampai hari ini, dari tim gabungan dari OPD dan aparat terkait, hasilnya alhamdulillah ada perubahan, lumayan rapi namun belum 100 persen. Karena memang masih berjlanan, masih dalam peneritban,” ucap Rogayah di temui di kantornya.
Ia menyatakan, pihaknya dalam menjalankan program penertiban itu telah melakukan penataan dengan merelokasi pedagang ke empat lokasi. Keempat tempat untuk relokasi pedagang itu yakni Hanggar Utara, Hanggar F, Hanggar Barat dan Area Bongkat Muat.
Selain terkait relokasi pedagang, kata dia, penataan juga menyasar penataan tempat pembuangan sampah (TPS) Pasar Kranggot. Saat ini, TPS Pasar Kranggot yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi dipindahkan ke belakang Terminal Bongkar Muat. Eks TPS itu nantinya kata dia akan digunakan untuk los basah tempat pedagang ikan akan berjualan.
“Eks TPS sudah disemprot dari tim Damkar, sisa-sisa bekas sampah sudah terangkat. Penataan untuk kedepannya, eks TPS itu akan kami gunakan untuk los basah. Karena kenapa, karena untuk pedagang ikan, ibu-ibu ember ikan, belum ada lokasi relokasi mereka. Karena di hanggar-hanggar tadi tidak bisa untuk ikan. Makanya kita akan gunakan eks TPS itu untuk relokasi,” paparnya.
Mengenai lokasi Hanggar Barat dan Terminal Bongkar Muat yang tampak kosong tidak ditepati pedagang, Rogayah menyatakan, pihaknya telah mengikuti permintaan pedagang. Lokasi Terminal Bongkar Muat sudah ditata bahkan diurug dan tanahnya dilakukan perataan. Namun pedagang pakaian yang bisa berjualan di akses jalan itu, malah tidak berjualan di Terminal Bongkar Muat.
“Dari paguyuban pakaian tadi, sudah dituluskan permohonannya. Untuk sekian ukurannya sudah, lokasinya sudah, kami sudah kosongkan. Diurug sudah, dipadatkan sudah, dinomorin sudah,” ucapnya.
Kemungkinan pedagang pakaian memilih berjualan di area di dalam pasar. Karena sebagian dari mereka memiliki kios di dalam pasar.
“Ada sebagian yang memiliki tempat didalam. Bisa saja mereka kembali di dalam atau ke lolasi yang lain diluar itu, diluar Kranggot,” tuturnya.
Mengenai relokasi pedagang ikan, kata dia, sebenarnya pedagang telah diarahkan untuk direlokasi ke Auwning G. Namun tida ada yang memfungsikan auning tersebut.
Saat ini, pihaknya mengenai relokasi pedagang ikan menunggu arahan pimpinan Disperindag Cilegon. Informasi yang ia dapatkan, Eks TPS rencananya akan dialih fungsikan untuk los basah yang di khususkan untuk pedagang ikan. Pengalihan itu akan dilakukan dari Dinas LH ke Disperindag karena bangunan Eks TPS tercatat aset DLH.
“Pimpinan akan memohon alih fungsi dari bangun TPS ke kita. Untuk pedagang ikan itu jumlahnya sekitar 70 pedagang. Diarahkan ke auwning G, tapi tidak ada kesana. Mereka menunggu di eks TPS,” pungkasnya. (Ronald/Red)

