Walikota Cilegon Edi Ariadi. (Foto Dokumentasi Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Edi Ariadi,  menemui Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Watimpres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Muhamad Mardiono.

Orang nomor satu di Kota Cilegon ini menyampaikan keluhan Pemkot terkait masih dibutuhkannya bantuan penanganan Covid-19 dari Pemerintah Pusat utamanya peralatan swab test. Karena bantuan itu dianggap cukup membantu masyarakat dalam mendeteksi penyebaran virus Covid-19. Pertemuan tersebut dilangsungkan pada Kamis (2/7/2020) lalu di Jakarta.

“Pak Mardiono kan salah satu Watimpres bidang PMK sumber daua manusia yang berkaitan dengan urusan pendidikan dan kesehatan. Jadi, saya menyampaikan keluhan kita (Kota Cilegon,red) kalau kami minta alat swab kepada pemerintah pusat. Apalagi, informasinya, pemerintah pusat sudah bagi-bagikan alat swab. Karena itu, saya pun menyampaikan kalau Cilegon pun butuh alat swab,” kata Edi kepada Selatsunda.com,” Senin (6/7/2020).

Baca juga  Laka di Tanjakan Maut JLS Kembali Terjadi, Truk Pengangkut Air Mineral Terguling

Edi menerangkan, dengan permintaan yang diajukan, Watimpres Mardiono bisa mengusahakan agar Pemerintah Pusat dapat mengalokasikan alat swab untuk Pemkot Cilegon.

“Beliau bilang (Mardiono,red) akan mengusahakan keinginan alat swab untuk Kota Cilegon. Namun, beliau pun menyampaikan jika alat swab dari pemerintah pusat ini bukan hanya untuk pemerintah kabupaten/kota saja, melainkan diberikan ke masing-masing provinsi dan rumah sakit,” tambah Edi.

Dia berharap agar permintaan alat swab tersebut segera teralisasi oleh pemerintah pusat melalui Watimpres.

“Satu dulu ajalah. Syukur-syukur bisa lebih dapatnya,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani mengaku bersyukur bila pemerintah pusat mau membantu Pemkot Cilegon menyediakan peralatan swab test.

“Jadi yang kita (Kota Cilegon,red) butuhkan itu alat PCR dengan metodenya sampel swab. Kalau pemerintah pusat mau membantu Cilegon itulah yang kami harapkan dan kami inginkan selama ini,” ujar Dana.

Baca juga  Tingkatkan Herd Immunity di Cilegon, NS Bluescope dan PMI Gelar Serbuan Vaksinasi

Selama ini, kata dia, layanan pengambilan sampel swab dan pemeriksaan PCR di Cilegon hanya ada di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). Pemeriksaannya pun tidak gratis. Pihaknya bersyukur jika Pemerintah Pusat bisa membantu pemkot menyediakannya.

“Yah biasanya kita di RSKM kalau mau cepat lihat hasil PCR. Untuk PCR pun kita harus bayar. Sedangkan kalau PCR gratis itu dilakukan di RSU Banten atau Libangkes, Jakarta. Tapi hasil PCR justru lama keluarnya. Nah, kalau Pemerintah pusat mau membantu, kami sangat bersyukur. Untuk beli alat PCR itu bisa mencapai Rp 1 miliar,” pungkasnya. (Ully/Red)