SERANG, SSC – Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) berhasil menjelajahi 512 desa yang tersebar di 24 kota dan kabupaten se-Indonesia. Tim Destana ini, mulai melakukan kegiatan sejak 12 Juli lalu. Saat ini, Tim Destana telah tiba di Hotel Marbela, Kabupaten Serang.

Tujuan kedatangan Tim Destana, dalam rangka memberikan penguatan dan ketangguhan kepada masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami yang berada di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.

Demikian disampaikan Deputi Pencegahan Lilik Kurniawan mengatakan, ekspedisi desa tangguh ini melibatkan lima pihak Pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, masyarakat, lembaga usaha, dan media.

“Tim ekspedisi ini kita bagi dalam empat wilayah. Yaitu, wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Masing-masing wilayah ini diikuti 200 orang. 42 ribu masyarakat kita juga ikuti dan 3700 perangkat desa kita juga berikan pengertian dan pemahaman terkait bencana,” kata Lilik pada siaran rilisnya yang diterima Selatsunda.com, Selasa (12/8/2019).

Ia menambahkan, dari target 518 desa yang dilakukan sosialisasi, hanya baru tercapai sekitar 512 desa saja yang diberikan pemahaman akan potensi tsunami.

“Salah satu kendala yang kami hadapi, yakni masalah banyaknya penolakan dari kepala daerah untuk dilakukan sosialisasi,” tambah Lilik.

Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo mengungkapkan terselenggaranya Tim Ekspedisi Desa Tangguh memang harus dilakukan.

“Bencana gempa dan tsunami merupakan peristiwa alam yang berulang, dan kita punya dokumentasinya. Namun dokumentasi lebih lengkap ada di Belanda” jelanya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here