Caption foto : Kepala KPw Bank Indonesia Banten Rahmat Hernowo (kiri) sedang memaparkan kepada undangan terkait pertumbuhan ekonomi di Banten (Elfrida Ully Artha)

CILEGON, SSC – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I di Banten semakin pesat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV tahun 2017. Untuk triwulan I 2018 tercatat tumbuh 5,95 persen (yoy) sedangkan untuk triwulan IV 2017 mencapai 5,75 persen (yoy).

Sektor yang mendorong pesatnya pertumbuhan ekonomi Banten yaitu disokong dengan tingginya pertumbuhan industri pengolahan, perdagangan besar hingga real estate.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Rahmat Hernowo mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi di Banten semakin pesat, namun untuk secara nasional justru pertumbuhan ekonomi semakin melambat.

“Justru lebih melambat bila dibandingkan dengan nasional (level regional di Jawa). Banten sendiri merupakan urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat,” Kata Rahmat saat menggelar konferensi pres di Ruang Rekriasi Lantai 4 Kantor KPw BI Banten,” Selasa (17/7/2018).

Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi itu, kata Rahmat, karena terbukanya lapangan usaha. Pengaruhnya, net ekspor, investasi, dan konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan.

“Jadi sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten didorong oleh tingginya pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan besar dan lapangan usaha real estate,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Rahmat, pertumbuhan ekonomi dapat diukur dari pembangunan ekonomi di Banten dengan melihat postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Alokasi dana dengan menggunakan APBD untuk pembangunan cukup efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Untuk pagu pendapatan di Pemprov Banten di 2018 senilai Rp10,36 triliun sementara untuk anggaran belanja senilai Rp11,36 triliun. Untuk realisasi pendapatan di 2017 hanya tercapai 22,3 persen dan Serapan Anggatan belanja di Banten sebesar 8,46 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan di 2017 sebesar 9,56 persen,” lanjutnya. (Ully/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here