CILEGON, SSC – KMP Wira Berlian menubruk Dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Senin (17/6/2019) usai berlabuh dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Insiden terjadi saat kapal milik PT. Wirajaya Logitama itu melakukan uji sandar. Belum diketahui penyebab kapal menubruk dermaga, kuat dugaan kejadian terjadi karena kapal mengalami mati mesin (black out).

Informasi yang dihimpun selatsunda.com, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelum kejadian, kapal melakukan uji sandar di Dermaga 3 Pelabuhan Merak sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal kemudian berlabuh dan dijadwalkan bersandar di dermaga 3, Pelabuhan Bakauheni. Saat akan bersandar di dermaga 3, kapal menubruk dermaga 5. Diduga saat itu kapal mengalami mati mesin. Akibat kejadian tersebut, struktur jalan, pagar pembatas dermaga mengalami kerusakan. Jembatan di dermaga juga jatuh ke dalam laut.

KMP Wira Berlian menubruk pagar dan struktur jalan di dermaga 5, Pelabuhan Balauheni.

Kepala Balai Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Nurhadi membenarkan ketika dikonfirmasi. Kapal saat itu tengah uji sandar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Darat) dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni.

“Kalau itu (uji sandar oleh Ditjen Hubdar), iya benar. Itu tadi pagi jam 12.00 dari Merak,” ujar dia dikonfirmasi.

Sekalipun belum mendapat laporan resmi insiden menubruk dermaga, kata dia, kapal sedang uji sandar untuk mendapat izin operasi.

“Itu kapal baru. Itu uji coba dan dalam proses (perizinan operasi),” papar dia.

Soal dugaan kecelakaan masih belum diketahui penyebab oleh pihaknya. Laporan masih diklarifikasi dari Nakoda Kapal.

“Saya belum dapat berita acaranya. Nanti kalau dapat dari Nakoda, saya informasikan,” terangnya.

Sementara Kepala Cabang PT Wirajaya Logitama di Merak, Mukti juga membenarkan kejadian itu. Kapal saat itu tengah uji sandar dan tidak mengangkut penumpang.

“Jadi itu uji sandar, kapal belum operasi dan tidak membawa penumpang,” tuturnya.

Soal dugaan mati mesin, pihaknya membantah hal tersebut. Insiden diduga terjadi karena ada kendala pada sistem di kapal. Saat ini, kapal berjalan normal kembali.

“Itu hanya sistem di kapal saja. Sekarang sudah bisa jalan lagi,” terangnya.

Mengenai ada fasilitas dermaga yang mengalami kerusakan pasca tubrukan, pihaknya berjanji akan memperbaikinya.

“Itu hanya relling saja. Nanti akan kita perbaiki,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here