CILEGON, SSC – Ketua Panitia Pemilihan Wakil Walikota Cilegon pada DPRD Cilegon, Sihabudin Sibli menyatakan, hak suara anggota dewan pada pemilihan wakil walikota nanti memungkinkan dapat berkurang satu suara bilamana Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Reno Yanuar masuk pada bursa penetapan bakal calon wakil walikota. Artinya, hak suara anggota dewan yang tadinya berjumlah 35 suara bisa menjadi 34 suara bila Penggantian Antar Waktu (PAW) tidak terkejar pelaksanaannya dimana saat itu juga berbarengan dengan proses pemilihan wakil walikota.
“Kalau posisi pak Reno (Bakal Calon Wakil Walikota) sudah mengundurkan diri lalu kemudian belum ada yang menggantikan dan secara resmi belum PAW maka (total hak suara dewan) berkurang satu (dari 35 suara menjadi 34 suara),” ungkap Sibli di temui diruang kerjanya usai Rapat Paripurna Penetapan Panlih DPRD Cilegon, Senin (1/4/2019).
Sibli menjelaskan, hak suara anggota dewan bisa juga tetap berjumlah 35 suara bila proses PAW cepat dilaksanakan. Hal ini tentunya, kata Sibli bergantung dari fraksi yang cepat melakukan proses PAW itu.
“Kalau keburu waktunya, tidak menjadi soal. Selama proses ini, tahapan ini, sampai dengan sebelum pemilihan di tanggal 12 april. Karena itu hak (suara setiap) anggota (dewan). Kecuali mau menjadi anggota panlih, itu sudah tidak bisa. Tetapi kalau memberikan hak suaranya, selama proses PAW di internal parpol, selesai, kemudian dilantik tentunya tidak jadi masalah dia memberikan hak suara,” tuturnya.
“Tinggal keburu atau nggak, kembali ke parpol yang bersangkutan,” papar Sibli yang juga Wakil Ketua DPRD Cilegon ini.
Sementara itu, Anggota DPRD, Reno Yanuar yang juga Ketua PDIP Cilegon ini menyatakan, pihaknya masih akan mengkaji aturan bila dirinya maju menjadi bakal calon wakil walikota akan mempengaruhi hak suara Fraksi PDIP. Sekalipun hak suara bisa berkurang, ia memandang hal itu sebagai bagian dari konsekuensi politik.
“Kita lihat nanti aturannya, karena aturannya itu 6 bulan. Kira – kira cukup atau tidak. Kalau tidak cukup, ya konsekuensi tentunya. Konsekuensi daripada pencalonan saya,” paparnya.
Soal peluangnya yang terbuka lebar menjadi calon wakil walikota, ia yakin dan optimis mendapat dukungan suara dari sejumlah fraksi lain di DPRD. Karena, kata Reno, baik fraksi PDIP dan yang lainnya memiliki fatsun yang sama yakni bersama -sama ingin membuat perubahan di Cilegon.
“Saya optimis, saya berharap, politik yang digunakan ini nurani politik tidak ada money politik. Jadi pemilihan ini bersih, jujur dan adil,” terangnya.
“Saya melihat masih banyak anggota DPRD yang ingin perubahan. Makanya saya yakin kawan-lawan bisa bersatu untuk membuat perubahan yang nyata di Kota Cilegon,” tandasnya. (Ronald/Red)

